Dorong Ekonomi Warga Lingkar Tambang Kampung Kambing MHU Raih CSR & PDB Awards 2026

Jakarta — Program Kampung Kambing PT Multi Harapan Utama (MHU) di Dusun Tudungan, Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, meraih penghargaan dalam CSR & PDB (Pengembangan Desa Berkelanjutan) Awards 2026.

Penghargaan yang diselenggarakan melalui kerja sama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dengan Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) tersebut diberikan pada Senin (28/9) di Gedung Kemendes PDT, Jakarta. Program Kampung Kambing mendapat apresiasi atas upayanya mendorong pengentasan kemiskinan masyarakat lingkar tambang melalui pengembangan peternakan berbasis masyarakat.

Hingga akhir 2024, Kelompok Ternak Lestari yang menjadi penerima manfaat program telah mencatat penjualan sebanyak 326 ekor kambing, dengan harga jual berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp8 juta per ekor. Peternakan tersebut menjadi sumber pendapatan tambahan bagi anggota kelompok yang sebagian besar juga bekerja sebagai petani hortikultura.

Program Kampung Kambing dimulai pada akhir 2018 melalui pembangunan kandang dan penyerahan 12 ekor kambing. Dukungan kemudian dilanjutkan pada awal 2019 dengan pembangunan kandang tambahan serta penyerahan 28 ekor kambing.

Seiring perkembangannya, program tidak hanya menghasilkan manfaat dari kegiatan peternakan, tetapi juga mendukung produktivitas pertanian warga. Kotoran kambing dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada lahan hortikultura yang ditanami bawang daun, cabai, tomat, dan berbagai jenis sayuran.

Pada lahan seluas 0,5 hektare, pemanfaatan pupuk kandang mampu menekan kebutuhan pupuk urea dari sekitar 100 kilogram menjadi 25 kilogram. Dengan demikian, penggunaan pupuk kimia dapat berkurang hingga 75 persen. Manfaat tersebut turut menjangkau masyarakat di luar kelompok. Warga sekitar dapat memperoleh pupuk kandang secara gratis dengan mengambilnya langsung di kandang kelompok. Setiap tahun, sedikitnya 50 karung pupuk kandang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan kebun dan lahan pertanian.

Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kolaborasi perusahaan dan masyarakat dalam mengembangkan program pemberdayaan yang berangkat dari potensi lokal.

“Bagi MHU, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara mandiri dan berkelanjutan. Kampung Kambing menunjukkan bagaimana peternakan dapat menjadi sumber penghasilan sekaligus mendukung kegiatan pertanian masyarakat,” ujar Kemal.

Ia berharap program tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional MHU.

Keberhasilan Kampung Kambing juga didukung oleh kepemimpinan lokal. Ketua Kelompok Ternak Lestari, Nyoman, menjadi salah satu penggerak dalam mengoordinasikan anggota kelompok, mengembangkan kegiatan peternakan, serta mendorong pemanfaatan kotoran kambing sebagai pupuk organik.

Untuk memperkuat keberlanjutan program, MHU juga membangun Rumah Kompos Berbasis Kotoran Kambing di Dusun Tudungan. Fasilitas tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk organik sekaligus memperkuat integrasi antara peternakan dan pertanian.

Ke depan, pengembangan Kampung Kambing diarahkan pada penguatan kelembagaan dan regenerasi kepemimpinan lokal agar program dapat terus berkembang dan memperluas manfaat bagi masyarakat.

Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen MHU dalam menjalankan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang berorientasi pada kemandirian ekonomi dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat lingkar tambang.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *