Category: News

  • MHU Resmikan Kantor Desa Sungai Payang Ilir, Perkuat Infrastruktur Sosial di Wilayah Lingkar Tambang

    MHU Resmikan Kantor Desa Sungai Payang Ilir, Perkuat Infrastruktur Sosial di Wilayah Lingkar Tambang

    Kutai Kartanegara – PT Multi Harapan Utama (MHU), anak usaha MMS Resources di bawah MMS Group Indonesia (MMSGI), meresmikan Kantor Desa Sungai Payang Ilir di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Peresmian ini merupakan wujud kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, masyarakat, dan mitra kerja dalam mendukung penguatan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan desa di wilayah lingkar tambang.

    Pembangunan fasilitas ini didukung melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) MHU bersama mitra kerja perusahaan. Kantor desa yang baru diharapkan menjadi pusat pelayanan yang lebih baik sekaligus memperkuat kapasitas pemerintahan desa dalam menjalankan fungsi pembangunan di tingkat desa.

    Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur` sosial merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

    “Bagi MHU, keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Kantor desa bukan sekadar bangunan fisik, tetapi pusat pelayanan dan ruang bersama yang mendukung kemajuan desa. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung pelayanan publik serta aktivitas pembangunan di Sungai Payang Ilir,” ujar Kemal.

    Peresmian ini menandai kontribusi ketiga MHU dalam pembangunan fasilitas publik desa dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Sebelumnya, MHU juga telah merampungkan Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Jembayan Dalam dan Kantor Desa Jembayan Tengah — keduanya dibangun untuk mendukung aktivitas masyarakat dan memperkuat fungsi pelayanan pemerintahan desa.

    Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes., mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta.

    “Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan daerah. Kami mengapresiasi komitmen MHU yang terus mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran fasilitas publik seperti ini akan memberikan manfaat nyata dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Kutai Kartanegara,” ujarnya.

    Rangkaian peresmian juga diisi dengan kegiatan penanaman pohon bersama, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

    Komitmen MHU dalam pemberdayaan masyarakat sebelumnya telah mendapat pengakuan nasional. Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C yang dijalankan MHU mengantarkan perusahaan meraih Indonesia Best CSR Awards 2026, program yang telah membantu ratusan warga memperoleh akses pendidikan sekaligus membuka peluang lebih luas untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

    Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, MHU akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan demi menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi wilayah sekitar operasional perusahaan.

  • Buka Akses Pendidikan dan Peluang Kerja, Program Pendidikan MHU Raih Indonesia Best CSR Awards 2026

    Buka Akses Pendidikan dan Peluang Kerja, Program Pendidikan MHU Raih Indonesia Best CSR Awards 2026

    Jakarta — PT Multi Harapan Utama (MHU), bagian dari MMS Resources, subholding MMSGI, meraih penghargaan Indonesia Best CSR Awards 2026 yang diselenggarakan oleh The Iconomics atas Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C yang dijalankan di wilayah lingkar tambang Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

    Sejak dijalankan pada 2019, program tersebut telah membantu 869 warga memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan, dengan 212 lulusan berhasil mendapatkan pekerjaan di berbagai perusahaan dan sektor usaha. Atas dampak tersebut, MHU dinilai berhasil menghadirkan manfaat sosial yang nyata melalui peningkatan akses pendidikan sekaligus pembukaan peluang ekonomi bagi masyarakat.

    Penghargaan tersebut diberikan dalam acara yang berlangsung di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial Republik Indonesia, Jakarta, pada Kamis (21/5), dengan tema “Transformasi CSR: Adaptasi Korporasi di Tengah Arah Baru Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.”

    Program ini berawal dari hasil pemetaan sosial MHU yang menunjukkan masih tingginya angka putus sekolah di wilayah Ring 1 operasional perusahaan. Dari sekitar 52 ribu penduduk yang tersebar di 10 desa, sekitar 34 persen warga tercatat belum menyelesaikan pendidikan formal. Untuk menjawab tantangan tersebut, MHU bersama PKBM Puteri Karang Melenu, Kecamatan Loa Kulu, menghadirkan program pendidikan kesetaraan sebagai bagian dari upaya pengembangan masyarakat jangka panjang.

    Selain menyediakan pendidikan Paket A, B, dan C, program ini juga didukung penyediaan fasilitas belajar, renovasi pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), pengadaan komputer, serta pelatihan keterampilan kerja seperti operator alat berat dan tata boga. Pada 2024, total anggaran program mencapai Rp516 juta yang berasal dari dukungan CSR PT MHU, bantuan Dinas Pendidikan, dan kontribusi warga belajar.

    Hingga saat ini, sebanyak 212 lulusan program telah memperoleh pekerjaan di berbagai perusahaan dan sektor usaha, di antaranya PT Madani, PT AMM, PT Niaga Mas, sektor jasa keamanan, hingga wirausaha mandiri. Sebagian lulusan lainnya juga melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Capaian tersebut menunjukkan bahwa program pendidikan tidak hanya menghasilkan ijazah, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Dampak program pendidikan MHU juga tercermin melalui kisah Yeni Yuniarni, mahasiswi Program Studi Agroteknologi Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) asal Desa Loa Ulung yang berhasil melanjutkan pendidikan tinggi melalui dukungan beasiswa MHU. Berkat program tersebut, Yeni tidak hanya dapat melanjutkan kuliah, tetapi juga memperoleh kesempatan mengikuti program pertukaran pelajar ke Korea Selatan.

    “Dulu saya sempat berpikir tidak akan bisa kuliah karena kondisi keluarga. Tapi beasiswa ini mengubah banyak hal dalam hidup saya. Saya tidak hanya bisa melanjutkan pendidikan, tetapi juga mendapatkan kesempatan belajar hingga ke Korea. Kalau saya tidak kuliah, mungkin saya tidak akan pernah sampai di titik ini,” ujar Yeni.

    Presiden Direktur PT Multi Harapan Utama, Kemal Djamil Siregar, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.

    “Bagi MHU, keberhasilan operasional harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program pendidikan kesetaraan dan beasiswa ini kami jalankan bukan sekadar bantuan sosial, tetapi investasi jangka panjang untuk membuka akses, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional kami. Kami percaya pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk membuka peluang yang lebih luas dan menciptakan masyarakat yang lebih mandiri serta berdaya saing,” ujar Kemal.

    Selain memperoleh apresiasi nasional, program ini juga menunjukkan dampak sosial yang terukur. Program ini mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 3,59, yang berarti setiap Rp1 yang diinvestasikan mampu menghasilkan manfaat sosial senilai Rp3,59 bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga memperoleh Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 3,72 dari skala 4 atau setara 93,06, dengan kategori “Sangat Baik”, yang mencerminkan tingginya kepuasan penerima manfaat terhadap pelaksanaan dan dampak program.

    Keberhasilan program turut memperkuat hubungan sosial perusahaan dengan masyarakat sekitar serta mendukung pencapaian SDGs Desa, khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, dan kemitraan pembangunan.

    Ke depan, MHU akan terus memperkuat program pendidikan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, perluasan pelatihan keterampilan, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas akses pendidikan dan meningkatkan daya saing masyarakat lokal secara berkelanjutan.

  • MMS Resources Dorong Kolaborasi Industri Energi yang Lebih Terintegrasi di ICEE 2026

    MMS Resources Dorong Kolaborasi Industri Energi yang Lebih Terintegrasi di ICEE 2026

    Jakarta — Penguatan hubungan strategis Indonesia dan China di sektor energi dan pertambangan menjadi sorotan utama dalam gelaran Indonesia Coal and Energy Expo (ICEE) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo, Senin (11/5). Mengusung tema “Cooperation for New Development in Energy”, forum ini mempertemukan pelaku industri, asosiasi, pemerintah, hingga penyedia teknologi dari kedua negara untuk membahas arah baru industri energi yang semakin hijau, efisien, dan terintegrasi.

    Bagi MMS Resources, subholding pertambangan dari MMSGI berpartisipasi dalam ICEE 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring global sekaligus membaca arah transformasi industri energi regional. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang integrated mining management dan pengelolaan rantai pasok pertambangan, MMS Resources melihat kolaborasi lintas negara sebagai elemen penting dalam menjaga keberlanjutan industri energi nasional di tengah dinamika global.

    Head of Marketing MMS Resources, Muhamad Saly Putra, mengatakan bahwa kondisi pasar global saat ini justru memperlihatkan pentingnya hubungan jangka panjang, komunikasi yang terbuka, serta kepastian pasokan energi antara Indonesia dan China.

    “Forum seperti ICEE menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan China saat ini tidak lagi sebatas hubungan perdagangan biasa, tetapi sudah berkembang menjadi kemitraan strategis dalam rantai pasok energi regional. Kami melihat adanya kebutuhan besar terhadap continuity of supply, reliability, dan kerja sama jangka panjang dari Indonesia,” ujar Saly di sela ICEE 2026.

    Menurutnya, China masih menjadi mitra utama bagi industri batu bara Indonesia. Berdasarkan data Kpler, sekitar 42% ekspor batu bara Indonesia setiap tahunnya ditujukan ke China, dengan volume ekspor mencapai sekitar 305 juta ton pada 2025. Besarnya hubungan dagang tersebut menjadikan stabilitas dan keberlanjutan kerja sama kedua negara semakin penting, baik bagi keberlanjutan industri energi Indonesia maupun keamanan pasokan energi China.

    “Indonesia masih memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan pasar China. Karena itu, forum seperti ICEE menjadi penting untuk memperkuat mutual understanding, membuka peluang kolaborasi baru, serta membangun hubungan industri yang lebih sustainable ke depan,” lanjutnya.

    ICEE 2026 juga memperlihatkan bagaimana arah hubungan Indonesia–China mulai bergerak menuju kolaborasi industri yang lebih luas. Tidak hanya melibatkan perusahaan tambang dan trader energi, forum ini turut dihadiri asosiasi batu bara China, asosiasi logistik, perwakilan pemerintah daerah, hingga perusahaan teknologi pertambangan dan energi dari kedua negara.

    Bagi MMS Resources, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut membuka peluang strategis dalam pengembangan industri pertambangan yang lebih modern dan adaptif terhadap tantangan global.

    “Yang hadir di sini bukan hanya buyer dan seller, tetapi juga asosiasi industri, perusahaan teknologi, hingga perwakilan provinsi dari China. Ini membuka ruang diskusi yang jauh lebih strategis, mulai dari pengembangan teknologi pertambangan, efisiensi logistik, digitalisasi operasional, hingga potensi kolaborasi untuk mendukung industri energi yang lebih rendah emisi,” kata Saly.

    Dalam ICEE 2026, isu green mining, digitalisasi pertambangan, clean coal technology, integrasi energi baru, hingga transformasi industri rendah karbon menjadi fokus utama pembahasan. Lebih dari 150 perusahaan energi dan pertambangan global turut berpartisipasi, termasuk perusahaan teknologi dan alat berat terkemuka dari China.

    Melalui partisipasi di ICEE 2026, MMS Resources menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai mitra industri pertambangan yang adaptif, berorientasi jangka panjang, dan siap mendukung transformasi sektor energi Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Sejalan dengan semangat MMSGI, MMS Resources percaya bahwa kolaborasi strategis hari ini merupakan bagian penting untuk Berdayakan Masa Depan.

  • Melalui Hybrid Truck hingga EV, MHU Sukses Pangkas Emisi hingga 41 %

    Melalui Hybrid Truck hingga EV, MHU Sukses Pangkas Emisi hingga 41 %

    Jakarta PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan MMSGI, meraih penghargaan Green Achievement in Emission Reduction dan Ruby Achievement in Emission Transparency dalam ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Investortrust.id. pada Kamis (30/4) sore di Hotel Aryaduta, Jakarta. Penghargaan ini diberikan kepada korporasi yang mampu menurunkan emisi secara nyata sekaligus membangun sistem pelaporan yang transparan, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Pengakuan ini lahir dari kinerja yang terukur. Sepanjang 2024, total emisi Scope 1 dan Scope 2 MHU tercatat sebesar 275.065,53 ton CO₂e — turun 41,34% hanya dalam satu tahun, setara dengan menghilangkan jejak karbon lebih dari 130.000 kendaraan penumpang. Yang lebih signifikan, berdasarkan baseline 2021, MHU menargetkan penurunan emisi Scope 1 sebesar 8% pada 2030. Pada 2024, enam tahun lebih awal dari jadwal, target tersebut telah terlampaui dengan penurunan mencapai 40,89%. Target delapan tahun tercapai hanya dalam tiga tahun.

    Capaian ini didorong oleh tiga inisiatif utama yang berjalan secara simultan. Pertama, program HYDRUM — transformasi armada dump truck dari diesel ke teknologi hibrida — berhasil menekan fuel ratio dari 68 liter per jam menjadi 36,70 liter per jam, mencatatkan efisiensi 46%, melampaui target awal 30%. Dalam lima bulan pertama, program ini menghemat 1,22 juta liter bahan bakar dan efisiensi biaya sebesar Rp19,9 miliar. Kedua, efisiensi energi operasional secara menyeluruh — termasuk sistem pemantauan idle time berbasis data (ITIMER) — berhasil mereduksi emisi sebesar 82.334 ton CO₂e langsung dari lini produksi. Ketiga, reklamasi lahan pasca-tambang menyerap karbon sebesar 273.419 ton CO₂e — melampaui total pengurangan emisi operasional dan menjadi kontribusi terbesar dalam portofolio dekarbonisasi MHU. Secara keseluruhan, kombinasi ketiga pendekatan ini menghasilkan total kontribusi pengurangan emisi dan penyerapan karbon sebesar 355.753 ton CO₂e pada 2024 — menegaskan bahwa operasi tambang dan mitigasi perubahan iklim yang terukur dapat berjalan beriringan.

    Ke depan, MHU memperkuat arah transisi energi jangka panjang melalui uji coba dump truck listrik SANY 445 EV di area operasional Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Dengan kapasitas motor hingga 460 kW dan baterai 400 kWh, unit ini diproyeksikan mampu menekan biaya operasional hingga 40% dibandingkan unit diesel konvensional.

    Selain penurunan emisi, MHU juga dinilai unggul dalam transparansi pelaporan. Perusahaan mengadopsi standar internasional ISO 14064-1, mengacu pada IPCC Guidelines, serta secara rutin melaporkan emisi melalui program PROPER KLHK. Sistem monitoring berbasis data yang dikembangkan memastikan seluruh data emisi dapat diverifikasi dan dipertanggungjawabkan secara independen — sebuah praktik yang masih terbatas di industri pertambangan nasional.

    Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menyatakan bahwa penghargaan ini mencerminkan konsistensi transformasi berbasis data yang dijalankan perusahaan. “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa transformasi yang kami jalankan menghasilkan dampak nyata. Kami tidak hanya menargetkan penurunan emisi, tetapi juga memastikan setiap langkah terukur, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan. Ke depan, kami akan terus mempercepat adopsi teknologi rendah emisi dan memperkuat sistem berbasis data. Bagi kami, keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan, tetapi strategi bisnis jangka Panjang,” ujarnya.

    Pencapaian ini juga sejalan dengan penguatan kinerja ESG di tingkat grup. MMSGI mencatatkan skor 52/100 dalam Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2025 oleh S&P Global untuk sektor Coal & Consumable Fuels. Dalam konteks industri yang menghadapi tekanan global untuk bertransformasi, capaian MHU menegaskan bahwa dekarbonisasi tidak hanya mungkin dilakukan, tetapi juga dapat diukur, diverifikasi, dan dijadikan keunggulan kompetitif.

  • MHU Dorong Budaya Safety Leadership Lewat Bulan K3 Nasional 2026

    MHU Dorong Budaya Safety Leadership Lewat Bulan K3 Nasional 2026

    Samarinda – PT Multi Harapan Utama (MHU) memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 dengan mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Peringatan ini menjadi momentum bagi MHU untuk menegaskan komitmen perusahaan dalam menempatkan keselamatan kerja sebagai fondasi utama keberlanjutan operasional di sektor pertambangan.

    Sejalan dengan arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada pembukaan Bulan K3 Nasional Pertambangan 2026 yang menekankan keselamatan sebagai investasi strategis industri, MHU secara konsisten mengintegrasikan aspek K3 ke dalam pengambilan keputusan operasional, penerapan teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia. Pendekatan ini menempatkan keselamatan kerja sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari produktivitas dan daya saing perusahaan.

    Komitmen tersebut tercermin dalam kinerja keselamatan kerja MHU dalam dua tahun terakhir. Pada periode FY 2024 hingga FY 2025, MHU mencatat Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) sebesar nol (0) baik untuk karyawan maupun kontraktor. Capaian ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan standar keselamatan kerja yang menyeluruh, sekaligus menjadi dasar untuk terus memperkuat pengendalian risiko serta perbaikan sistem K3 secara berkelanjutan.

    Dari sisi fatalitas, MHU juga mencatat nol fatalitas pada FY 2024 dan FY 2025. Pada periode yang sama, baik karyawan maupun kontraktor kembali mencatat nol Lost Time Injury (LTI). Konsistensi ini mencerminkan komitmen MHU dalam memastikan lingkungan kerja yang aman dan andal bagi seluruh insan kerja serta mitra yang berada di area operasional.

    Kepala Teknik Tambang (KTT) MHU, Aris Subagyo, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
    “Keselamatan bukan hanya tanggung jawab karyawan MHU, tetapi juga seluruh mitra kerja di area operasional. Capaian kinerja K3 ini merupakan hasil kolaborasi, disiplin, dan komitmen bersama. Melalui Bulan K3 Nasional 2026, kami ingin memperkuat kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan andal,” ujarnya.

    Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menambahkan bahwa penguatan K3 merupakan bagian integral dari tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.
    “Kami terus mendorong pendekatan K3 yang profesional dan terukur, dengan memastikan sistem, prosedur, dan kompetensi insan kerja berjalan selaras. Keselamatan adalah prasyarat utama bagi keandalan operasi dan keberlanjutan jangka panjang perusahaan,” jelasnya.

    Peringatan Bulan K3 Nasional 2026 di lingkungan MHU dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan terintegrasi yang melibatkan manajemen, karyawan, kontraktor, serta mitra kerja di area operasional. Kegiatan tersebut meliputi kampanye keselamatan kerja, penguatan budaya safety leadership, pelatihan dan simulasi K3, lomba inovasi keselamatan, serta evaluasi berkelanjutan terhadap sistem manajemen K3. Seluruh rangkaian ini dirancang untuk memperkuat pemahaman bahwa K3 bukan sekadar kewajiban kepatuhan, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan usaha.

    Melalui peringatan Bulan K3 Nasional 2026, MHU berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun ekosistem pengelolaan K3 nasional yang inklusif dan kolaboratif, sekaligus mendukung agenda sektor pertambangan untuk mewujudkan industri yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan.

  • MHU Mulai Uji Coba Truk Angkut Listrik Menuju Operasi Rendah Emisi

    MHU Mulai Uji Coba Truk Angkut Listrik Menuju Operasi Rendah Emisi

    Samarinda – PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan MMSGI, terus memperkuat implementasi praktik ESG dalam operasional tambangnya. Komitmen ini telah dijalankan secara bertahap sejak awal 2025 melalui penerapan teknologi hybrid pada armada hauling, dan kini dilanjutkan dengan uji coba Truk Angkut Listrik (EV Hauling Truck) SANY di area operasional MHU, Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (24/1).

    Uji coba truk listrik ini menjadi milestone berikutnya dalam perjalanan MHU menuju operasional yang lebih efisien energi dan beremisi lebih rendah. Inisiatif ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi kesiapan teknologi kendaraan listrik untuk mendukung kebutuhan operasional tambang secara aman dan andal.

    Uji coba dilaksanakan langsung di area site MHU untuk memperoleh gambaran objektif sesuai kondisi kerja aktual. Evaluasi difokuskan pada kinerja pengangkutan (hauling performance), ketahanan unit terhadap medan operasional, serta kesesuaian jam kerja dengan kebutuhan produksi. Seluruh proses dijalankan berbasis data dan pengalaman lapangan.

    Kepala Teknik Tambang MHU, Aris Subagyo, menjelaskan bahwa uji coba ini merupakan bagian dari pendekatan teknis yang cermat dan terukur.
    “Uji coba Truk Angkut Listrik SANY kami lakukan langsung di area tambang untuk menilai performa hauling, ketahanan unit, serta jam kerja aktual dalam kondisi operasional yang sebenarnya,” ujarnya.

    Menurut Aris, setiap penerapan teknologi baru di lingkungan tambang perlu melalui proses evaluasi menyeluruh.

    “Hasil uji coba ini akan menjadi dasar teknis dalam pengambilan keputusan ke depan, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan operasi.”

    Secara operasional, MHU memiliki prasyarat yang mendukung pengembangan elektrifikasi, termasuk akses optimal terhadap pasokan listrik PLN serta proyeksi umur tambang jangka panjang. Kondisi ini membuka peluang peningkatan efisiensi biaya sekaligus penguatan aspek keberlanjutan dalam jangka menengah hingga panjang.

    Truk listrik yang diuji coba, SANY 445 EV Dump Truck, merupakan kendaraan angkut berbasis energi baru dengan konfigurasi penggerak 8×4 serta sistem baterai charging dan swapping. Unit ini didukung motor listrik berdaya hingga 460 kW, torsi 2.900 Nm, baterai CATL berkapasitas 400 kWh, serta sistem pengisian daya 360 kW, dilengkapi fitur keselamatan dan kenyamanan untuk mendukung operasional tambang.

    Dari sisi biaya, berdasarkan asumsi umur pakai empat tahun atau sekitar 16.000 jam kerja, total biaya siklus dump truck diesel MB4845K tercatat sekitar Rp11,11 miliar atau Rp690.800 per jam. Sementara itu, EV dump truck mencatat total biaya siklus sekitar Rp6,71–7,15 miliar atau Rp423.900–439.600 per jam, menunjukkan potensi penghematan biaya operasional hingga sekitar 40% dibandingkan unit berbasis diesel.

    Uji coba truk listrik ini merupakan kelanjutan dari penerapan teknologi hybrid melalui inovasi HYDRUM (Hybrid Dumptruck for Responsible Energy Use in Mining) yang telah dijalankan MHU sejak awal 2025. Program HYDRUM dikembangkan sebagai respons atas tingginya konsumsi bahan bakar armada off-highway truck yang sebelumnya mencapai rata-rata 26,7 juta liter per tahun.

    Melalui teknologi hybrid, MHU berhasil menurunkan konsumsi bahan bakar dari 68 liter per jam menjadi 36,70 liter per jam atau sekitar 46%, melampaui target awal sebesar 30%. Selama periode Februari–Juni 2025, HYDRUM menghasilkan penghematan bahan bakar 1,22 juta liter, penghematan biaya sekitar Rp19,9 miliar, serta penurunan emisi sebesar 3.067,9 ton CO₂e.

    Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menegaskan bahwa uji coba Truk Angkut Listrik SANY mencerminkan kesinambungan strategi ESG perusahaan.

    “Penerapan teknologi hybrid melalui HYDRUM menjadi fondasi awal dalam transformasi operasional kami. Uji coba Truk Angkut Listrik ini merupakan milestone lanjutan untuk mengevaluasi kesiapan teknologi EV sebagai bagian dari transisi energi yang dilakukan secara bertahap dan terukur,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa seluruh inisiatif tersebut dijalankan dengan tetap menjaga keselamatan kerja, keandalan operasi, dan kesinambungan produksi.

    Komitmen MHU dalam mengintegrasikan aspek ESG juga tercermin dalam pengakuan eksternal. Pada Corporate Sustainability Assessment (CSA) Score 2025 oleh S&P Global, MMSGI sebagai induk usaha MHU mencatat skor 52 dari 100 untuk kategori Coal & Consumable Fuels, mencerminkan perkembangan praktik keberlanjutan dan tata kelola di seluruh entitas grup.

    Melalui uji coba ini, MHU menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendekatan teknologi yang mendukung efisiensi energi dan pengurangan emisi secara realistis. Hasil evaluasi akan menjadi referensi penting dalam pengembangan strategi operasional MHU ke depan, sejalan dengan komitmen MMSGI terhadap praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab.