Blog

  • Peringati Hari Lingkungan Hidup, MHU Dorong Generasi Muda dalam Mitigasi Perubahan Iklim

    Peringati Hari Lingkungan Hidup, MHU Dorong Generasi Muda dalam Mitigasi Perubahan Iklim

    Samarinda — Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) bersama PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan MMS Group Indonesia (MMSGI), menggelar Seminar Hari Lingkungan Hidup 2026 bertema “Implementasi dan Partisipasi dalam Mitigasi Perubahan Iklim: Mitigasi Hari Ini, Harapan Masa Depan” di Aula Gedung E UMKT, Samarinda, Kamis (18/6).

    Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri untuk memperkuat pemahaman sekaligus mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks. Seminar dihadiri oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara sekaligus Kepala Inspektur Tambang Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, jajaran pimpinan UMKT, perwakilan PT MHU, serta ratusan mahasiswa Program Studi Kesehatan Lingkungan dan Fakultas Kesehatan Masyarakat UMKT. Dalam sambutannya, Kepala Teknik Tambang PT Multi Harapan Utama, Aris Subagyo, menegaskan bahwa upaya menjaga keberlanjutan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

    “Perubahan iklim merupakan tantangan global yang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Melalui seminar ini, kami berharap dapat mendorong lahirnya kesadaran dan partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga lingkungan serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

    Sementara itu, Wakil Rektor III UMKT, Ghozali, menyampaikan bahwa hubungan kemitraan antara UMKT dan PT MHU telah terjalin dalam berbagai program selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan dunia industri memiliki peran penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

    “Kami berharap kerja sama yang telah terbangun dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat,” katanya.

    Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Ahmad Syauqi, menegaskan bahwa sektor pertambangan memiliki kontribusi strategis terhadap perekonomian nasional. Namun demikian, kontribusi tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan upaya mitigasi perubahan iklim yang terukur.

    Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai institusi, antara lain Didi Wiranata dari Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM, Farid M dari Direktorat Pengelolaan Limbah B3 dan Non-B3 Kementerian Lingkungan Hidup, Rony Bidang dan Aris Pratama dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur, serta Vita Pramaningsih dari Program Studi Kesehatan Lingkungan UMKT. Berbagai isu strategis dibahas dalam seminar tersebut, mulai dari pengelolaan lingkungan hidup, pengurangan emisi, pengelolaan limbah, hingga peran dunia pendidikan dan industri dalam mendukung target penurunan emisi nasional. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, PT MHU juga menyerahkan penghargaan MHU Environment Audit (MEA) kepada sejumlah pihak yang dinilai memiliki komitmen dan kontribusi dalam penerapan pengelolaan lingkungan yang baik.

    Bagi MHU, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong praktik pertambangan yang bertanggung jawab melalui penguatan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Sejalan dengan strategi keberlanjutan perusahaan, MHU terus mengembangkan berbagai inisiatif pengurangan emisi, reklamasi lahan, konservasi keanekaragaman hayati, serta program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

    Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha, seminar ini diharapkan mampu memperluas wawasan generasi muda mengenai tantangan perubahan iklim sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan solusi berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik. Sebagai perusahaan yang beroperasi di sektor energi, MHU meyakini bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan lingkungan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta generasi mendatang.

  • MHU Resmikan Kantor Desa Sungai Payang Ilir, Perkuat Infrastruktur Sosial di Wilayah Lingkar Tambang

    MHU Resmikan Kantor Desa Sungai Payang Ilir, Perkuat Infrastruktur Sosial di Wilayah Lingkar Tambang

    Kutai Kartanegara – PT Multi Harapan Utama (MHU), anak usaha MMS Resources di bawah MMS Group Indonesia (MMSGI), meresmikan Kantor Desa Sungai Payang Ilir di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Peresmian ini merupakan wujud kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, masyarakat, dan mitra kerja dalam mendukung penguatan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan desa di wilayah lingkar tambang.

    Pembangunan fasilitas ini didukung melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) MHU bersama mitra kerja perusahaan. Kantor desa yang baru diharapkan menjadi pusat pelayanan yang lebih baik sekaligus memperkuat kapasitas pemerintahan desa dalam menjalankan fungsi pembangunan di tingkat desa.

    Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur` sosial merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

    “Bagi MHU, keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Kantor desa bukan sekadar bangunan fisik, tetapi pusat pelayanan dan ruang bersama yang mendukung kemajuan desa. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung pelayanan publik serta aktivitas pembangunan di Sungai Payang Ilir,” ujar Kemal.

    Peresmian ini menandai kontribusi ketiga MHU dalam pembangunan fasilitas publik desa dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Sebelumnya, MHU juga telah merampungkan Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Jembayan Dalam dan Kantor Desa Jembayan Tengah — keduanya dibangun untuk mendukung aktivitas masyarakat dan memperkuat fungsi pelayanan pemerintahan desa.

    Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes., mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta.

    “Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan daerah. Kami mengapresiasi komitmen MHU yang terus mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran fasilitas publik seperti ini akan memberikan manfaat nyata dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Kutai Kartanegara,” ujarnya.

    Rangkaian peresmian juga diisi dengan kegiatan penanaman pohon bersama, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

    Komitmen MHU dalam pemberdayaan masyarakat sebelumnya telah mendapat pengakuan nasional. Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C yang dijalankan MHU mengantarkan perusahaan meraih Indonesia Best CSR Awards 2026, program yang telah membantu ratusan warga memperoleh akses pendidikan sekaligus membuka peluang lebih luas untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

    Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, MHU akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan demi menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi wilayah sekitar operasional perusahaan.

  • Buka Akses Pendidikan dan Peluang Kerja, Program Pendidikan MHU Raih Indonesia Best CSR Awards 2026

    Buka Akses Pendidikan dan Peluang Kerja, Program Pendidikan MHU Raih Indonesia Best CSR Awards 2026

    Jakarta — PT Multi Harapan Utama (MHU), bagian dari MMS Resources, subholding MMSGI, meraih penghargaan Indonesia Best CSR Awards 2026 yang diselenggarakan oleh The Iconomics atas Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C yang dijalankan di wilayah lingkar tambang Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

    Sejak dijalankan pada 2019, program tersebut telah membantu 869 warga memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan, dengan 212 lulusan berhasil mendapatkan pekerjaan di berbagai perusahaan dan sektor usaha. Atas dampak tersebut, MHU dinilai berhasil menghadirkan manfaat sosial yang nyata melalui peningkatan akses pendidikan sekaligus pembukaan peluang ekonomi bagi masyarakat.

    Penghargaan tersebut diberikan dalam acara yang berlangsung di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial Republik Indonesia, Jakarta, pada Kamis (21/5), dengan tema “Transformasi CSR: Adaptasi Korporasi di Tengah Arah Baru Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.”

    Program ini berawal dari hasil pemetaan sosial MHU yang menunjukkan masih tingginya angka putus sekolah di wilayah Ring 1 operasional perusahaan. Dari sekitar 52 ribu penduduk yang tersebar di 10 desa, sekitar 34 persen warga tercatat belum menyelesaikan pendidikan formal. Untuk menjawab tantangan tersebut, MHU bersama PKBM Puteri Karang Melenu, Kecamatan Loa Kulu, menghadirkan program pendidikan kesetaraan sebagai bagian dari upaya pengembangan masyarakat jangka panjang.

    Selain menyediakan pendidikan Paket A, B, dan C, program ini juga didukung penyediaan fasilitas belajar, renovasi pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), pengadaan komputer, serta pelatihan keterampilan kerja seperti operator alat berat dan tata boga. Pada 2024, total anggaran program mencapai Rp516 juta yang berasal dari dukungan CSR PT MHU, bantuan Dinas Pendidikan, dan kontribusi warga belajar.

    Hingga saat ini, sebanyak 212 lulusan program telah memperoleh pekerjaan di berbagai perusahaan dan sektor usaha, di antaranya PT Madani, PT AMM, PT Niaga Mas, sektor jasa keamanan, hingga wirausaha mandiri. Sebagian lulusan lainnya juga melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Capaian tersebut menunjukkan bahwa program pendidikan tidak hanya menghasilkan ijazah, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Dampak program pendidikan MHU juga tercermin melalui kisah Yeni Yuniarni, mahasiswi Program Studi Agroteknologi Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) asal Desa Loa Ulung yang berhasil melanjutkan pendidikan tinggi melalui dukungan beasiswa MHU. Berkat program tersebut, Yeni tidak hanya dapat melanjutkan kuliah, tetapi juga memperoleh kesempatan mengikuti program pertukaran pelajar ke Korea Selatan.

    “Dulu saya sempat berpikir tidak akan bisa kuliah karena kondisi keluarga. Tapi beasiswa ini mengubah banyak hal dalam hidup saya. Saya tidak hanya bisa melanjutkan pendidikan, tetapi juga mendapatkan kesempatan belajar hingga ke Korea. Kalau saya tidak kuliah, mungkin saya tidak akan pernah sampai di titik ini,” ujar Yeni.

    Presiden Direktur PT Multi Harapan Utama, Kemal Djamil Siregar, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.

    “Bagi MHU, keberhasilan operasional harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program pendidikan kesetaraan dan beasiswa ini kami jalankan bukan sekadar bantuan sosial, tetapi investasi jangka panjang untuk membuka akses, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional kami. Kami percaya pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk membuka peluang yang lebih luas dan menciptakan masyarakat yang lebih mandiri serta berdaya saing,” ujar Kemal.

    Selain memperoleh apresiasi nasional, program ini juga menunjukkan dampak sosial yang terukur. Program ini mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 3,59, yang berarti setiap Rp1 yang diinvestasikan mampu menghasilkan manfaat sosial senilai Rp3,59 bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga memperoleh Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 3,72 dari skala 4 atau setara 93,06, dengan kategori “Sangat Baik”, yang mencerminkan tingginya kepuasan penerima manfaat terhadap pelaksanaan dan dampak program.

    Keberhasilan program turut memperkuat hubungan sosial perusahaan dengan masyarakat sekitar serta mendukung pencapaian SDGs Desa, khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, dan kemitraan pembangunan.

    Ke depan, MHU akan terus memperkuat program pendidikan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, perluasan pelatihan keterampilan, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas akses pendidikan dan meningkatkan daya saing masyarakat lokal secara berkelanjutan.

  • MMS Resources Dorong Kolaborasi Industri Energi yang Lebih Terintegrasi di ICEE 2026

    MMS Resources Dorong Kolaborasi Industri Energi yang Lebih Terintegrasi di ICEE 2026

    Jakarta — Penguatan hubungan strategis Indonesia dan China di sektor energi dan pertambangan menjadi sorotan utama dalam gelaran Indonesia Coal and Energy Expo (ICEE) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo, Senin (11/5). Mengusung tema “Cooperation for New Development in Energy”, forum ini mempertemukan pelaku industri, asosiasi, pemerintah, hingga penyedia teknologi dari kedua negara untuk membahas arah baru industri energi yang semakin hijau, efisien, dan terintegrasi.

    Bagi MMS Resources, subholding pertambangan dari MMSGI berpartisipasi dalam ICEE 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring global sekaligus membaca arah transformasi industri energi regional. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang integrated mining management dan pengelolaan rantai pasok pertambangan, MMS Resources melihat kolaborasi lintas negara sebagai elemen penting dalam menjaga keberlanjutan industri energi nasional di tengah dinamika global.

    Head of Marketing MMS Resources, Muhamad Saly Putra, mengatakan bahwa kondisi pasar global saat ini justru memperlihatkan pentingnya hubungan jangka panjang, komunikasi yang terbuka, serta kepastian pasokan energi antara Indonesia dan China.

    “Forum seperti ICEE menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan China saat ini tidak lagi sebatas hubungan perdagangan biasa, tetapi sudah berkembang menjadi kemitraan strategis dalam rantai pasok energi regional. Kami melihat adanya kebutuhan besar terhadap continuity of supply, reliability, dan kerja sama jangka panjang dari Indonesia,” ujar Saly di sela ICEE 2026.

    Menurutnya, China masih menjadi mitra utama bagi industri batu bara Indonesia. Berdasarkan data Kpler, sekitar 42% ekspor batu bara Indonesia setiap tahunnya ditujukan ke China, dengan volume ekspor mencapai sekitar 305 juta ton pada 2025. Besarnya hubungan dagang tersebut menjadikan stabilitas dan keberlanjutan kerja sama kedua negara semakin penting, baik bagi keberlanjutan industri energi Indonesia maupun keamanan pasokan energi China.

    “Indonesia masih memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan pasar China. Karena itu, forum seperti ICEE menjadi penting untuk memperkuat mutual understanding, membuka peluang kolaborasi baru, serta membangun hubungan industri yang lebih sustainable ke depan,” lanjutnya.

    ICEE 2026 juga memperlihatkan bagaimana arah hubungan Indonesia–China mulai bergerak menuju kolaborasi industri yang lebih luas. Tidak hanya melibatkan perusahaan tambang dan trader energi, forum ini turut dihadiri asosiasi batu bara China, asosiasi logistik, perwakilan pemerintah daerah, hingga perusahaan teknologi pertambangan dan energi dari kedua negara.

    Bagi MMS Resources, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut membuka peluang strategis dalam pengembangan industri pertambangan yang lebih modern dan adaptif terhadap tantangan global.

    “Yang hadir di sini bukan hanya buyer dan seller, tetapi juga asosiasi industri, perusahaan teknologi, hingga perwakilan provinsi dari China. Ini membuka ruang diskusi yang jauh lebih strategis, mulai dari pengembangan teknologi pertambangan, efisiensi logistik, digitalisasi operasional, hingga potensi kolaborasi untuk mendukung industri energi yang lebih rendah emisi,” kata Saly.

    Dalam ICEE 2026, isu green mining, digitalisasi pertambangan, clean coal technology, integrasi energi baru, hingga transformasi industri rendah karbon menjadi fokus utama pembahasan. Lebih dari 150 perusahaan energi dan pertambangan global turut berpartisipasi, termasuk perusahaan teknologi dan alat berat terkemuka dari China.

    Melalui partisipasi di ICEE 2026, MMS Resources menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai mitra industri pertambangan yang adaptif, berorientasi jangka panjang, dan siap mendukung transformasi sektor energi Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Sejalan dengan semangat MMSGI, MMS Resources percaya bahwa kolaborasi strategis hari ini merupakan bagian penting untuk Berdayakan Masa Depan.

  • Melalui Hybrid Truck hingga EV, MHU Sukses Pangkas Emisi hingga 41 %

    Melalui Hybrid Truck hingga EV, MHU Sukses Pangkas Emisi hingga 41 %

    Jakarta PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan MMSGI, meraih penghargaan Green Achievement in Emission Reduction dan Ruby Achievement in Emission Transparency dalam ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Investortrust.id. pada Kamis (30/4) sore di Hotel Aryaduta, Jakarta. Penghargaan ini diberikan kepada korporasi yang mampu menurunkan emisi secara nyata sekaligus membangun sistem pelaporan yang transparan, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Pengakuan ini lahir dari kinerja yang terukur. Sepanjang 2024, total emisi Scope 1 dan Scope 2 MHU tercatat sebesar 275.065,53 ton CO₂e — turun 41,34% hanya dalam satu tahun, setara dengan menghilangkan jejak karbon lebih dari 130.000 kendaraan penumpang. Yang lebih signifikan, berdasarkan baseline 2021, MHU menargetkan penurunan emisi Scope 1 sebesar 8% pada 2030. Pada 2024, enam tahun lebih awal dari jadwal, target tersebut telah terlampaui dengan penurunan mencapai 40,89%. Target delapan tahun tercapai hanya dalam tiga tahun.

    Capaian ini didorong oleh tiga inisiatif utama yang berjalan secara simultan. Pertama, program HYDRUM — transformasi armada dump truck dari diesel ke teknologi hibrida — berhasil menekan fuel ratio dari 68 liter per jam menjadi 36,70 liter per jam, mencatatkan efisiensi 46%, melampaui target awal 30%. Dalam lima bulan pertama, program ini menghemat 1,22 juta liter bahan bakar dan efisiensi biaya sebesar Rp19,9 miliar. Kedua, efisiensi energi operasional secara menyeluruh — termasuk sistem pemantauan idle time berbasis data (ITIMER) — berhasil mereduksi emisi sebesar 82.334 ton CO₂e langsung dari lini produksi. Ketiga, reklamasi lahan pasca-tambang menyerap karbon sebesar 273.419 ton CO₂e — melampaui total pengurangan emisi operasional dan menjadi kontribusi terbesar dalam portofolio dekarbonisasi MHU. Secara keseluruhan, kombinasi ketiga pendekatan ini menghasilkan total kontribusi pengurangan emisi dan penyerapan karbon sebesar 355.753 ton CO₂e pada 2024 — menegaskan bahwa operasi tambang dan mitigasi perubahan iklim yang terukur dapat berjalan beriringan.

    Ke depan, MHU memperkuat arah transisi energi jangka panjang melalui uji coba dump truck listrik SANY 445 EV di area operasional Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Dengan kapasitas motor hingga 460 kW dan baterai 400 kWh, unit ini diproyeksikan mampu menekan biaya operasional hingga 40% dibandingkan unit diesel konvensional.

    Selain penurunan emisi, MHU juga dinilai unggul dalam transparansi pelaporan. Perusahaan mengadopsi standar internasional ISO 14064-1, mengacu pada IPCC Guidelines, serta secara rutin melaporkan emisi melalui program PROPER KLHK. Sistem monitoring berbasis data yang dikembangkan memastikan seluruh data emisi dapat diverifikasi dan dipertanggungjawabkan secara independen — sebuah praktik yang masih terbatas di industri pertambangan nasional.

    Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menyatakan bahwa penghargaan ini mencerminkan konsistensi transformasi berbasis data yang dijalankan perusahaan. “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa transformasi yang kami jalankan menghasilkan dampak nyata. Kami tidak hanya menargetkan penurunan emisi, tetapi juga memastikan setiap langkah terukur, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan. Ke depan, kami akan terus mempercepat adopsi teknologi rendah emisi dan memperkuat sistem berbasis data. Bagi kami, keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan, tetapi strategi bisnis jangka Panjang,” ujarnya.

    Pencapaian ini juga sejalan dengan penguatan kinerja ESG di tingkat grup. MMSGI mencatatkan skor 52/100 dalam Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2025 oleh S&P Global untuk sektor Coal & Consumable Fuels. Dalam konteks industri yang menghadapi tekanan global untuk bertransformasi, capaian MHU menegaskan bahwa dekarbonisasi tidak hanya mungkin dilakukan, tetapi juga dapat diukur, diverifikasi, dan dijadikan keunggulan kompetitif.

  • MHU Dorong Budaya Safety Leadership Lewat Bulan K3 Nasional 2026

    MHU Dorong Budaya Safety Leadership Lewat Bulan K3 Nasional 2026

    Samarinda – PT Multi Harapan Utama (MHU) memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 dengan mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Peringatan ini menjadi momentum bagi MHU untuk menegaskan komitmen perusahaan dalam menempatkan keselamatan kerja sebagai fondasi utama keberlanjutan operasional di sektor pertambangan.

    Sejalan dengan arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada pembukaan Bulan K3 Nasional Pertambangan 2026 yang menekankan keselamatan sebagai investasi strategis industri, MHU secara konsisten mengintegrasikan aspek K3 ke dalam pengambilan keputusan operasional, penerapan teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia. Pendekatan ini menempatkan keselamatan kerja sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari produktivitas dan daya saing perusahaan.

    Komitmen tersebut tercermin dalam kinerja keselamatan kerja MHU dalam dua tahun terakhir. Pada periode FY 2024 hingga FY 2025, MHU mencatat Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) sebesar nol (0) baik untuk karyawan maupun kontraktor. Capaian ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan standar keselamatan kerja yang menyeluruh, sekaligus menjadi dasar untuk terus memperkuat pengendalian risiko serta perbaikan sistem K3 secara berkelanjutan.

    Dari sisi fatalitas, MHU juga mencatat nol fatalitas pada FY 2024 dan FY 2025. Pada periode yang sama, baik karyawan maupun kontraktor kembali mencatat nol Lost Time Injury (LTI). Konsistensi ini mencerminkan komitmen MHU dalam memastikan lingkungan kerja yang aman dan andal bagi seluruh insan kerja serta mitra yang berada di area operasional.

    Kepala Teknik Tambang (KTT) MHU, Aris Subagyo, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
    “Keselamatan bukan hanya tanggung jawab karyawan MHU, tetapi juga seluruh mitra kerja di area operasional. Capaian kinerja K3 ini merupakan hasil kolaborasi, disiplin, dan komitmen bersama. Melalui Bulan K3 Nasional 2026, kami ingin memperkuat kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan andal,” ujarnya.

    Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menambahkan bahwa penguatan K3 merupakan bagian integral dari tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.
    “Kami terus mendorong pendekatan K3 yang profesional dan terukur, dengan memastikan sistem, prosedur, dan kompetensi insan kerja berjalan selaras. Keselamatan adalah prasyarat utama bagi keandalan operasi dan keberlanjutan jangka panjang perusahaan,” jelasnya.

    Peringatan Bulan K3 Nasional 2026 di lingkungan MHU dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan terintegrasi yang melibatkan manajemen, karyawan, kontraktor, serta mitra kerja di area operasional. Kegiatan tersebut meliputi kampanye keselamatan kerja, penguatan budaya safety leadership, pelatihan dan simulasi K3, lomba inovasi keselamatan, serta evaluasi berkelanjutan terhadap sistem manajemen K3. Seluruh rangkaian ini dirancang untuk memperkuat pemahaman bahwa K3 bukan sekadar kewajiban kepatuhan, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan usaha.

    Melalui peringatan Bulan K3 Nasional 2026, MHU berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun ekosistem pengelolaan K3 nasional yang inklusif dan kolaboratif, sekaligus mendukung agenda sektor pertambangan untuk mewujudkan industri yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan.

  • MHU Mulai Uji Coba Truk Angkut Listrik Menuju Operasi Rendah Emisi

    MHU Mulai Uji Coba Truk Angkut Listrik Menuju Operasi Rendah Emisi

    Samarinda – PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan MMSGI, terus memperkuat implementasi praktik ESG dalam operasional tambangnya. Komitmen ini telah dijalankan secara bertahap sejak awal 2025 melalui penerapan teknologi hybrid pada armada hauling, dan kini dilanjutkan dengan uji coba Truk Angkut Listrik (EV Hauling Truck) SANY di area operasional MHU, Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (24/1).

    Uji coba truk listrik ini menjadi milestone berikutnya dalam perjalanan MHU menuju operasional yang lebih efisien energi dan beremisi lebih rendah. Inisiatif ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi kesiapan teknologi kendaraan listrik untuk mendukung kebutuhan operasional tambang secara aman dan andal.

    Uji coba dilaksanakan langsung di area site MHU untuk memperoleh gambaran objektif sesuai kondisi kerja aktual. Evaluasi difokuskan pada kinerja pengangkutan (hauling performance), ketahanan unit terhadap medan operasional, serta kesesuaian jam kerja dengan kebutuhan produksi. Seluruh proses dijalankan berbasis data dan pengalaman lapangan.

    Kepala Teknik Tambang MHU, Aris Subagyo, menjelaskan bahwa uji coba ini merupakan bagian dari pendekatan teknis yang cermat dan terukur.
    “Uji coba Truk Angkut Listrik SANY kami lakukan langsung di area tambang untuk menilai performa hauling, ketahanan unit, serta jam kerja aktual dalam kondisi operasional yang sebenarnya,” ujarnya.

    Menurut Aris, setiap penerapan teknologi baru di lingkungan tambang perlu melalui proses evaluasi menyeluruh.

    “Hasil uji coba ini akan menjadi dasar teknis dalam pengambilan keputusan ke depan, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan operasi.”

    Secara operasional, MHU memiliki prasyarat yang mendukung pengembangan elektrifikasi, termasuk akses optimal terhadap pasokan listrik PLN serta proyeksi umur tambang jangka panjang. Kondisi ini membuka peluang peningkatan efisiensi biaya sekaligus penguatan aspek keberlanjutan dalam jangka menengah hingga panjang.

    Truk listrik yang diuji coba, SANY 445 EV Dump Truck, merupakan kendaraan angkut berbasis energi baru dengan konfigurasi penggerak 8×4 serta sistem baterai charging dan swapping. Unit ini didukung motor listrik berdaya hingga 460 kW, torsi 2.900 Nm, baterai CATL berkapasitas 400 kWh, serta sistem pengisian daya 360 kW, dilengkapi fitur keselamatan dan kenyamanan untuk mendukung operasional tambang.

    Dari sisi biaya, berdasarkan asumsi umur pakai empat tahun atau sekitar 16.000 jam kerja, total biaya siklus dump truck diesel MB4845K tercatat sekitar Rp11,11 miliar atau Rp690.800 per jam. Sementara itu, EV dump truck mencatat total biaya siklus sekitar Rp6,71–7,15 miliar atau Rp423.900–439.600 per jam, menunjukkan potensi penghematan biaya operasional hingga sekitar 40% dibandingkan unit berbasis diesel.

    Uji coba truk listrik ini merupakan kelanjutan dari penerapan teknologi hybrid melalui inovasi HYDRUM (Hybrid Dumptruck for Responsible Energy Use in Mining) yang telah dijalankan MHU sejak awal 2025. Program HYDRUM dikembangkan sebagai respons atas tingginya konsumsi bahan bakar armada off-highway truck yang sebelumnya mencapai rata-rata 26,7 juta liter per tahun.

    Melalui teknologi hybrid, MHU berhasil menurunkan konsumsi bahan bakar dari 68 liter per jam menjadi 36,70 liter per jam atau sekitar 46%, melampaui target awal sebesar 30%. Selama periode Februari–Juni 2025, HYDRUM menghasilkan penghematan bahan bakar 1,22 juta liter, penghematan biaya sekitar Rp19,9 miliar, serta penurunan emisi sebesar 3.067,9 ton CO₂e.

    Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menegaskan bahwa uji coba Truk Angkut Listrik SANY mencerminkan kesinambungan strategi ESG perusahaan.

    “Penerapan teknologi hybrid melalui HYDRUM menjadi fondasi awal dalam transformasi operasional kami. Uji coba Truk Angkut Listrik ini merupakan milestone lanjutan untuk mengevaluasi kesiapan teknologi EV sebagai bagian dari transisi energi yang dilakukan secara bertahap dan terukur,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa seluruh inisiatif tersebut dijalankan dengan tetap menjaga keselamatan kerja, keandalan operasi, dan kesinambungan produksi.

    Komitmen MHU dalam mengintegrasikan aspek ESG juga tercermin dalam pengakuan eksternal. Pada Corporate Sustainability Assessment (CSA) Score 2025 oleh S&P Global, MMSGI sebagai induk usaha MHU mencatat skor 52 dari 100 untuk kategori Coal & Consumable Fuels, mencerminkan perkembangan praktik keberlanjutan dan tata kelola di seluruh entitas grup.

    Melalui uji coba ini, MHU menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendekatan teknologi yang mendukung efisiensi energi dan pengurangan emisi secara realistis. Hasil evaluasi akan menjadi referensi penting dalam pengembangan strategi operasional MHU ke depan, sejalan dengan komitmen MMSGI terhadap praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab.

  • MMSGI Donasi 8 Ton Logistik dan Kirim Tim ERT MHU untuk Korban Banjir Bandang di Sumatra

    MMSGI Donasi 8 Ton Logistik dan Kirim Tim ERT MHU untuk Korban Banjir Bandang di Sumatra

    Jakarta – MMSGI melalui anak usahanya PT Multi Harapan Utama (MHU) mempertegas komitmen cepat tanggap bencana dengan menyalurkan bantuan logistik serta mengerahkan tim Emergency Response Team (ERT) untuk membantu korban banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 menimbulkan dampak besar bagi ribuan warga di berbagai daerah, termasuk Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan yang harus mengungsi, kehilangan tempat tinggal, hingga menghadapi keterbatasan akses kebutuhan dasar. Menanggapi kondisi ini, MMSGI bergerak cepat untuk memastikan bantuan dapat disalurkan secara terukur dan tepat sasaran.

    MMSGI, melalui MHU, yang berkolaborasi dengan Kementerian ESDM menyalurkan  bantuan kebutuhan pokok seperti makanan, air minum, dan kebutuhan esensial lainnya. Bantuan ini juga diperkuat oleh donasi dari PT Agro City Kaltim (ACK) yang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menjangkau wilayah Aceh Tamiang.

    Jika digabungkan dari seluruh daftar donasi yang diterima di Gudang Transit Halim pada 10 Desember 2025, total bantuan logistik yang disalurkan mencapai 8 ton lebih. Bantuan tersebut mencakup beras, mie instan, air mineral, minyak goreng, sarden, gula, biskuit, teh, pops mie, super bubur, minuman instan, hingga pembalut wanita. Seluruh donasi ini dikoordinasikan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan diserahkan melalui loading point di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, pada Senin (8/12), di Jakarta, sebelum diterbangkan menuju daerah terdampak.

    Sebagai bentuk kepedulian tambahan di luar bantuan logistik, MMSGI bersama karyawan serta Yayasan Life After Mine (LINE) turut menggalang donasi tunai yang berhasil terkumpul dalam waktu singkat sebesar Rp218.800.000. Seluruh donasi tunai tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak banjir secara langsung melalui koordinasi bersama kementerian terkait, sehingga penyalurannya dapat berlangsung cepat, tepat, dan terukur.

    Selain mengirimkan bantuan logistik, MHU juga menurunkan tim Emergency Response Team (ERT) berjumlah enam orang untuk membantu proses penanganan bencana di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan selama enam hari. Tim ERT MHU menjalankan berbagai kegiatan krusial termasuk melakukan distribusi logistik ke rumah warga dan posko pengungsian, penyisiran korban di area sungai, trauma healing bagi anak-anak di Posko Sopo Daganak, serta pelayanan kesehatan bagi puluhan warga di Desa Batuhula, Tamansari, dan Garoga, Kecamatan Batangtoru. Kehadiran tim ERT MHU membantu mempercepat pemulihan awal warga sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menstabilkan kondisi pascabencana.

    CEO MMSGI, Sendy Greti, menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berupa logistik, tetapi juga komitmen perusahaan untuk hadir secara cepat dan terukur di tengah situasi darurat. “Musibah banjir bandang di Sumatra meninggalkan dampak berat bagi ribuan keluarga. Kami di MMSGI percaya bahwa respons cepat adalah bagian penting dari kontribusi kami kepada masyarakat. Bantuan yang disalurkan—baik berupa logistik maupun dukungan tim ERT—diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat secara tepat sasaran,” ujarnya.

    Sementara itu Direktur PT MHU, Kemal Djamil Siregar, juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam membantu penanganan bencana di Indonesia. “MHU secara rutin menyiapkan tim ERT untuk merespons bencana di berbagai daerah. Dalam kejadian banjir bandang Sumatra, tim kami bergerak cepat untuk membantu evakuasi, distribusi bantuan, serta memberikan dukungan psikososial dan kesehatan. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk selalu siap hadir di tengah masyarakat ketika dibutuhkan,” jelasnya.

    Melalui langkah terpadu antara donasi, dukungan operasional, kerja sama dengan kementerian dan BNPB, serta kehadiran langsung tim ERT, MMSGI menunjukkan konsistensi dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana. Pendekatan cepat, kolaboratif, dan terukur menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.

    Respons cepat ini mencerminkan komitmen MMSGI dalam menghadirkan kontribusi nyata pada situasi darurat nasional. Dengan mengedepankan visi Berdayakan Masa Depan, MMSGI berupaya memberdayakan masa depan masyarakat Indonesia dalam hal ini melalui langkah bantuan yang tepat sasaran, cepat, dan relevan dengan kebutuhan di lapangan. Melalui koordinasi dengan lembaga pemerintah dan dukungan tim relawan terlatih, MMSGI berharap bantuan ini dapat membantu percepatan pemulihan fisik maupun mental warga terdampak serta memberikan harapan baru bagi masyarakat di daerah bencana.

  • Delegasi IKI–JET dari 9 Negara Tinjau Transformasi Area Pascatambang MHU Menjadi Lahan Agroindustri dan Eknonomi Sirkular

    Delegasi IKI–JET dari 9 Negara Tinjau Transformasi Area Pascatambang MHU Menjadi Lahan Agroindustri dan Eknonomi Sirkular

    Jonggon, Kutai Kartanegara — PT Multi Harapan Utama (MHU), bagian dari MMS Group Indonesia (MMSGI), menjadi tuan rumah kunjungan delegasi internasional International Climate Initiative – Just Energy Transition (IKI–JET) yang diinisiasi oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) pada Rabu (15/10), di Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

     

    Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 40 peserta dari sembilan negara, termasuk Chile, Kolombia, Mongolia, Afrika Selatan, Thailand, Vietnam, India, Kazakhstan, dan Indonesia, serta perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kemenko Perekonomian, dan Bappenas. Kunjungan ini merupakan bagian dari International Capacity Development Program for Coal Regions in Transition, yang bertujuan memperkuat pertukaran pengetahuan terkait praktik transisi energi berkeadilan di daerah penghasil batu bara.

     

    Meninjau Transformasi Nyata Pascatambang

    Delegasi meninjau langsung kawasan pascatambang MHU di Desa Jonggon Jaya, Kutai Kartanegara. Kawasan yang dulunya merupakan area tambang kini bertransformasi menjadi pusat agroindustri, edukasi, dan inovasi masyarakat lokal. Melalui berbagai inisiatif, MHU menunjukkan bagaimana transisi energi dapat berjalan adil bagi manusia dan lingkungan.

     

    “Transisi energi yang adil bukan hanya tentang beralih dari fosil ke energi baru, tetapi juga tentang menjaga kehidupan dan memberdayakan masyarakat. Keberhasilan transisi diukur dari seberapa banyak kehidupan yang bisa kita bangun kembali di sepanjang prosesnya,” ujar Aris Subagyo, Kepala Teknik Tambang MHU.

    Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Lokal

    MHU memahami bahwa transisi energi yang adil tidak bisa dilepaskan dari dampak ekonomi lokal akibat berakhirnya aktivitas tambang (economic displacement). Karena itu, perusahaan menjalankan berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang disusun berdasarkan pemetaan sosial, sehingga sesuai dengan potensi masyarakat setempat. Program-program tersebut melibatkan beragam pemangku kepentingan — mulai dari masyarakat, UMKM, koperasi, BUMDes, lembaga pendidikan, hingga pemerintah daerah — untuk memastikan keberlanjutan dampaknya.

     

    Keberhasilan MHU dalam mengintegrasikan praktik keberlanjutan di kawasan pascatambang dinilai sebagai salah satu contoh nyata bagaimana perusahaan tambang di Indonesia dapat berkontribusi langsung pada agenda transisi energi berkeadilan.

     

    “Program pascatambang MHU menawarkan pelajaran berharga tentang satu contoh inisiatif perusahaan tambang batu bara melakukan rehabilitasi lahannya dan memberdayakan masyarakat lokal dan masyarakat adat, serta membantu mendiversifikasi ekonomi mereka di luar batu bara secara inklusif,” ujar Ade Cahyat perwakilan dari GIZ Indonesia/ASEAN.

     

    Salah satu contoh suksesnya adalah BUMDes Sungai Payang, yang kini tumbuh menjadi BUMDes dengan omzet mencapai Rp19 miliar pada tahun 2024, serta berhasil menciptakan lebih dari 200 lapangan kerja termasuk kaum perempuan “single parent” dan kurang mampu. BUMDes ini telah berkembang menjadi badan usaha B2B di sektor logistik, katering, dan konstruksi, serta mulai memiliki program CSR secara mandiri sejak 2020.

     

    Tak berhenti di situ, MHU juga melakukan pemberdayaan perempuan adat Dayak Kenyah di Desa Lung Anai. Dikelola oleh 12 perempuan adat, mereka mengembangkan hilirisasi biji kakao dengan bimbingan dari BUMDes Ba Waqna, menghasilkan produk olahan cokelat melalui Rumah Cokelat Lung Anai. Program ini menjadi salah satu model bisnis pertama di Indonesia dimana produk cokelat diberi merek dan diproduksi langsung oleh masyarakat adat.

     

    Dari Area Pascatambang ke Agroindustri: Membangun Ekonomi Sirkular

    Melalui kolaborasi antara MMSGI, PT Bramasta Sakti, dan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani Samarinda), dilakukan kajian akademis dan penyusunan white paper tentang transformasi lahan pascatambang menjadi agroindustri berbasis potensi lokal.

    Kajian ini mencakup riset di bidang pertanian dan ekonomi, termasuk analisis pasar dan pelibatan masyarakat. Salah satu hasilnya adalah pengembangan pupuk organik “Biomasta”, yang mampu meningkatkan parameter kesuburan tanah bekas tambang.

     

    Saat ini, MMSGI dan Politani Samarinda melakukan penelitian terkait dampak pupuk organik “Biomasta” yang dibuat dari kotoran sapi di Jayatama Miniranch untuk digunakan pada budidaya sereh wangi pada lahan pasca tambang MHU di area PT Bramasta Sakti. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya ekonomi sirkular di wilayah pascatambang.

     

    Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan

    Melalui Jayatama Miniranch dan demoplot hortikultura, Bramasta bekerja sama dengan SMK El Fhaluy Al Faizin dan SMKN 3 Tenggarong dalam program Praktek Kerja Lapangan (PKL). Kolaborasi ini menjadi wadah bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata dan memperkuat kompetensi pertanian dan peternakan modern di kawasan pascatambang. Transformasi area pascatambang MHU menjadi contoh nyata bahwa praktik pertambangan berkelanjutan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Dari lahan bekas tambang kini tumbuh kehidupan baru, menciptakan nilai tambah, membuka peluang kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

     

    “Kami percaya bahwa transformasi sejati berawal dari manusia. Karena itu, setiap program kami berorientasi pada pemberdayaan dan kolaborasi lintas sektor, agar komunitas sekitar tambang tetap tumbuh dan mandiri,” tutup Aris.

     

    Upaya ini menjadi bukti bahwa dari tambang, lahir kehidupan baru, dan dari tanah yang telah direklamasi, tumbuh harapan baru untuk masa depan yang hijau, inklusif, dan berkeadilan.

  • MHU Raih Dua Penghargaan Kategori Emas di CSR dan PDB Awards 2025

    MHU Raih Dua Penghargaan Kategori Emas di CSR dan PDB Awards 2025

    Direktur MHU Bayudono menerima penghargaan kategori Gold dalam ajang CSR Pembangunan Desa Berkelanjutan 2025 dari Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Ariza Patria yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (30/9).

     

    Jakarta – PT Multi Harapan Utama (MHU) salah satu anak usaha dari MMS Group Indonesia (MMSGI), berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih dua penghargaan emas (Gold) dalam ajang bergengsi Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2025.  Acara yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Selasa (30/9), dihadiri langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Wakil Menteri Desa PDT Ariza Patria, yang memberikan apresiasi atas kontribusi dunia usaha dalam mendukung pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan. Penghargaan emas ini diberikan kepada MHU melalui dua program unggulannya, yaitu Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C serta Program Rumah Cokelat Lung Anai. Keduanya dinilai mampu memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

     

    Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C

    Sejak 2019, MHU bersama PKBM Puteri Karang Melenu Loa Kulu telah menghadirkan akses pendidikan formal bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Melalui program ini, peserta didik yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan sekolah dapat kembali menempuh pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C. Tidak hanya menanggung biaya pendidikan, buku pelajaran, dan honor guru, MHU juga mendukung sarana pembelajaran dengan menyediakan 10 unit komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Program ini bahkan diperkuat dengan pelatihan keterampilan vokasi, seperti operator alat berat dan tata boga, yang dirancang untuk meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.

    Hingga tahun 2024, program ini menunjukkan keberhasilannya dengan menghasilkan 869 lulusan—dengan rincian 276 perempuan dan 593 laki-laki—yang mempertahankan tingkat kelulusan yang konsisten. Yang membanggakan, 212 lulusan dari Paket A, B, dan C tersebut kini telah diserap oleh MHU dan menjadi bagian dari tenaga kerja perusahaan. Berdasarkan pengukuran dampak, program ini mencatatkan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 3,59 serta Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 3,72 dari skala 4, menegaskan bahwa program ini bukan hanya relevan, tetapi juga efektif dan diapresiasi tinggi oleh masyarakat.

     

    Rumah Cokelat Lung Anai

    Selain bidang pendidikan, MHU juga berhasil memberdayakan masyarakat Dayak Kenyah di Desa Lung Anai melalui inisiatif Rumah Cokelat Lung Anai. Program ini lahir dari potensi perkebunan kakao yang dimiliki masyarakat, yang kemudian dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi.

    Program Rumah Cokelat Lung Anai diinisiasi oleh anak usaha MMSGI, PT Multi Harapan Utama (MHU), yang berkolaborasi melalui lintas sektor dengan Kelompok Tani Lalut Isau, Badan Usaha milik Desa (BUMDes) dan Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara. Selain itu, MHU juga melibatkan Yayasan Peduli Desa Nusantara Madani dan Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara yang berperan dalam memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat dalam pengolahan kakao menjadi cokelat kemasan.

    (Wamen Desa PDT, Ariza Patria mengunjungi booth MHU untuk melihat produk hasil olahan Rumah Cokleat Lung Anai di acara CSR PDB 2025 yang digelar di Hotel Bidakara, Jakrta, Selasa (30/9).

     

    Rumah Cokelat Lung Anai memiliki perkebunan kakao yang dikelola oleh sekitar 50 anggota petani dengan total lahan sekitar 100 hektare. Rata-rata, seorang petani mampu mengelola dua hektare lahan dan menghasilkan sekitar Rp30.000 per kilogram (kg) biji kakao mentah. Biji kakao lokal diolah menjadi produk bernilai tambah, mulai dari cokelat batangan hingga bubuk kakao. Tidak hanya itu, Rumah Cokelat Lung Anai sekaligus menjadi pusat pelatihan teknik budidaya dan pengolahan, serta destinasi agrowisata bagi wisatawan. Dampak dari program ini, petani cokelat Lung Anai mendapat peningkatan pendapatan sebesar 3-4x lipat. Selain itu keterlibatan perempuan meningkat dalam tata niaga cokelat terutama pada bagian pengolahan. Program cokelat ini juga telah mendapat apresiasi dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Dengan dukungan MHU, masyarakat Desa Lung Anai kini memiliki fasilitas pengolahan yang lebih modern, seperti mesin pengolahan kakao, rumah pengering, serta renovasi rumah produksi sesuai standar BPOM. Program ini dijalankan secara kolaboratif bersama Yayasan PeDe Nusantara Madani, Puslitkoka Jember, Dinas Perkebunan Kukar, serta pelaku UMKM lokal, memastikan adanya transfer ilmu dan pendampingan yang berkelanjutan.

     

    Komitmen MHU: Bisnis dan Komunitas Tumbuh Bersama

    Mining Support Division Head Wiwin S. menyampaikan apresiasinya atas penghargaan ini. Ia menjelaskan jika prestasi ini semakin memperkuat posisi MHU sebagai perusahaan tambang yang berkomitmen menjalankan operasional berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG), di mana keberhasilan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan desa.

    “Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa program CSR MHU tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi mampu menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui pendidikan kesetaraan dan Rumah Cokelat Lung Anai, kami berupaya menghadirkan peluang ekonomi baru sekaligus membangun sumber daya manusia yang lebih unggul. Ke depan, kami akan terus memperluas dampak positif agar masyarakat sekitar dapat tumbuh bersama kami secara berkelanjutan,” ungkap Wiwin.

    Dengan raihan dua penghargaan emas di ajang CSR & PDB Awards 2025, MHU menegaskan bahwa pertumbuhan perusahaan akan selalu berjalan seiring dengan pemberdayaan komunitas, sebagai bagian dari komitmen MMSGI untuk menghadirkan dampak positif di berbagai wilayah Indonesia.