Blog

  • MHU Dorong Budaya Safety Leadership Lewat Bulan K3 Nasional 2026

    MHU Dorong Budaya Safety Leadership Lewat Bulan K3 Nasional 2026

    Samarinda – PT Multi Harapan Utama (MHU) memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 dengan mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Peringatan ini menjadi momentum bagi MHU untuk menegaskan komitmen perusahaan dalam menempatkan keselamatan kerja sebagai fondasi utama keberlanjutan operasional di sektor pertambangan.

    Sejalan dengan arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada pembukaan Bulan K3 Nasional Pertambangan 2026 yang menekankan keselamatan sebagai investasi strategis industri, MHU secara konsisten mengintegrasikan aspek K3 ke dalam pengambilan keputusan operasional, penerapan teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia. Pendekatan ini menempatkan keselamatan kerja sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari produktivitas dan daya saing perusahaan.

    Komitmen tersebut tercermin dalam kinerja keselamatan kerja MHU dalam dua tahun terakhir. Pada periode FY 2024 hingga FY 2025, MHU mencatat Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) sebesar nol (0) baik untuk karyawan maupun kontraktor. Capaian ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan standar keselamatan kerja yang menyeluruh, sekaligus menjadi dasar untuk terus memperkuat pengendalian risiko serta perbaikan sistem K3 secara berkelanjutan.

    Dari sisi fatalitas, MHU juga mencatat nol fatalitas pada FY 2024 dan FY 2025. Pada periode yang sama, baik karyawan maupun kontraktor kembali mencatat nol Lost Time Injury (LTI). Konsistensi ini mencerminkan komitmen MHU dalam memastikan lingkungan kerja yang aman dan andal bagi seluruh insan kerja serta mitra yang berada di area operasional.

    Kepala Teknik Tambang (KTT) MHU, Aris Subagyo, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
    “Keselamatan bukan hanya tanggung jawab karyawan MHU, tetapi juga seluruh mitra kerja di area operasional. Capaian kinerja K3 ini merupakan hasil kolaborasi, disiplin, dan komitmen bersama. Melalui Bulan K3 Nasional 2026, kami ingin memperkuat kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan andal,” ujarnya.

    Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menambahkan bahwa penguatan K3 merupakan bagian integral dari tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.
    “Kami terus mendorong pendekatan K3 yang profesional dan terukur, dengan memastikan sistem, prosedur, dan kompetensi insan kerja berjalan selaras. Keselamatan adalah prasyarat utama bagi keandalan operasi dan keberlanjutan jangka panjang perusahaan,” jelasnya.

    Peringatan Bulan K3 Nasional 2026 di lingkungan MHU dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan terintegrasi yang melibatkan manajemen, karyawan, kontraktor, serta mitra kerja di area operasional. Kegiatan tersebut meliputi kampanye keselamatan kerja, penguatan budaya safety leadership, pelatihan dan simulasi K3, lomba inovasi keselamatan, serta evaluasi berkelanjutan terhadap sistem manajemen K3. Seluruh rangkaian ini dirancang untuk memperkuat pemahaman bahwa K3 bukan sekadar kewajiban kepatuhan, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan usaha.

    Melalui peringatan Bulan K3 Nasional 2026, MHU berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun ekosistem pengelolaan K3 nasional yang inklusif dan kolaboratif, sekaligus mendukung agenda sektor pertambangan untuk mewujudkan industri yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan.

  • MHU Mulai Uji Coba Truk Angkut Listrik Menuju Operasi Rendah Emisi

    MHU Mulai Uji Coba Truk Angkut Listrik Menuju Operasi Rendah Emisi

    Samarinda – PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan MMSGI, terus memperkuat implementasi praktik ESG dalam operasional tambangnya. Komitmen ini telah dijalankan secara bertahap sejak awal 2025 melalui penerapan teknologi hybrid pada armada hauling, dan kini dilanjutkan dengan uji coba Truk Angkut Listrik (EV Hauling Truck) SANY di area operasional MHU, Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (24/1).

    Uji coba truk listrik ini menjadi milestone berikutnya dalam perjalanan MHU menuju operasional yang lebih efisien energi dan beremisi lebih rendah. Inisiatif ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi kesiapan teknologi kendaraan listrik untuk mendukung kebutuhan operasional tambang secara aman dan andal.

    Uji coba dilaksanakan langsung di area site MHU untuk memperoleh gambaran objektif sesuai kondisi kerja aktual. Evaluasi difokuskan pada kinerja pengangkutan (hauling performance), ketahanan unit terhadap medan operasional, serta kesesuaian jam kerja dengan kebutuhan produksi. Seluruh proses dijalankan berbasis data dan pengalaman lapangan.

    Kepala Teknik Tambang MHU, Aris Subagyo, menjelaskan bahwa uji coba ini merupakan bagian dari pendekatan teknis yang cermat dan terukur.
    “Uji coba Truk Angkut Listrik SANY kami lakukan langsung di area tambang untuk menilai performa hauling, ketahanan unit, serta jam kerja aktual dalam kondisi operasional yang sebenarnya,” ujarnya.

    Menurut Aris, setiap penerapan teknologi baru di lingkungan tambang perlu melalui proses evaluasi menyeluruh.

    “Hasil uji coba ini akan menjadi dasar teknis dalam pengambilan keputusan ke depan, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan operasi.”

    Secara operasional, MHU memiliki prasyarat yang mendukung pengembangan elektrifikasi, termasuk akses optimal terhadap pasokan listrik PLN serta proyeksi umur tambang jangka panjang. Kondisi ini membuka peluang peningkatan efisiensi biaya sekaligus penguatan aspek keberlanjutan dalam jangka menengah hingga panjang.

    Truk listrik yang diuji coba, SANY 445 EV Dump Truck, merupakan kendaraan angkut berbasis energi baru dengan konfigurasi penggerak 8×4 serta sistem baterai charging dan swapping. Unit ini didukung motor listrik berdaya hingga 460 kW, torsi 2.900 Nm, baterai CATL berkapasitas 400 kWh, serta sistem pengisian daya 360 kW, dilengkapi fitur keselamatan dan kenyamanan untuk mendukung operasional tambang.

    Dari sisi biaya, berdasarkan asumsi umur pakai empat tahun atau sekitar 16.000 jam kerja, total biaya siklus dump truck diesel MB4845K tercatat sekitar Rp11,11 miliar atau Rp690.800 per jam. Sementara itu, EV dump truck mencatat total biaya siklus sekitar Rp6,71–7,15 miliar atau Rp423.900–439.600 per jam, menunjukkan potensi penghematan biaya operasional hingga sekitar 40% dibandingkan unit berbasis diesel.

    Uji coba truk listrik ini merupakan kelanjutan dari penerapan teknologi hybrid melalui inovasi HYDRUM (Hybrid Dumptruck for Responsible Energy Use in Mining) yang telah dijalankan MHU sejak awal 2025. Program HYDRUM dikembangkan sebagai respons atas tingginya konsumsi bahan bakar armada off-highway truck yang sebelumnya mencapai rata-rata 26,7 juta liter per tahun.

    Melalui teknologi hybrid, MHU berhasil menurunkan konsumsi bahan bakar dari 68 liter per jam menjadi 36,70 liter per jam atau sekitar 46%, melampaui target awal sebesar 30%. Selama periode Februari–Juni 2025, HYDRUM menghasilkan penghematan bahan bakar 1,22 juta liter, penghematan biaya sekitar Rp19,9 miliar, serta penurunan emisi sebesar 3.067,9 ton CO₂e.

    Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menegaskan bahwa uji coba Truk Angkut Listrik SANY mencerminkan kesinambungan strategi ESG perusahaan.

    “Penerapan teknologi hybrid melalui HYDRUM menjadi fondasi awal dalam transformasi operasional kami. Uji coba Truk Angkut Listrik ini merupakan milestone lanjutan untuk mengevaluasi kesiapan teknologi EV sebagai bagian dari transisi energi yang dilakukan secara bertahap dan terukur,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa seluruh inisiatif tersebut dijalankan dengan tetap menjaga keselamatan kerja, keandalan operasi, dan kesinambungan produksi.

    Komitmen MHU dalam mengintegrasikan aspek ESG juga tercermin dalam pengakuan eksternal. Pada Corporate Sustainability Assessment (CSA) Score 2025 oleh S&P Global, MMSGI sebagai induk usaha MHU mencatat skor 52 dari 100 untuk kategori Coal & Consumable Fuels, mencerminkan perkembangan praktik keberlanjutan dan tata kelola di seluruh entitas grup.

    Melalui uji coba ini, MHU menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendekatan teknologi yang mendukung efisiensi energi dan pengurangan emisi secara realistis. Hasil evaluasi akan menjadi referensi penting dalam pengembangan strategi operasional MHU ke depan, sejalan dengan komitmen MMSGI terhadap praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab.

  • MMSGI Donasi 8 Ton Logistik dan Kirim Tim ERT MHU untuk Korban Banjir Bandang di Sumatra

    MMSGI Donasi 8 Ton Logistik dan Kirim Tim ERT MHU untuk Korban Banjir Bandang di Sumatra

    Jakarta – MMSGI melalui anak usahanya PT Multi Harapan Utama (MHU) mempertegas komitmen cepat tanggap bencana dengan menyalurkan bantuan logistik serta mengerahkan tim Emergency Response Team (ERT) untuk membantu korban banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 menimbulkan dampak besar bagi ribuan warga di berbagai daerah, termasuk Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan yang harus mengungsi, kehilangan tempat tinggal, hingga menghadapi keterbatasan akses kebutuhan dasar. Menanggapi kondisi ini, MMSGI bergerak cepat untuk memastikan bantuan dapat disalurkan secara terukur dan tepat sasaran.

    MMSGI, melalui MHU, yang berkolaborasi dengan Kementerian ESDM menyalurkan  bantuan kebutuhan pokok seperti makanan, air minum, dan kebutuhan esensial lainnya. Bantuan ini juga diperkuat oleh donasi dari PT Agro City Kaltim (ACK) yang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menjangkau wilayah Aceh Tamiang.

    Jika digabungkan dari seluruh daftar donasi yang diterima di Gudang Transit Halim pada 10 Desember 2025, total bantuan logistik yang disalurkan mencapai 8 ton lebih. Bantuan tersebut mencakup beras, mie instan, air mineral, minyak goreng, sarden, gula, biskuit, teh, pops mie, super bubur, minuman instan, hingga pembalut wanita. Seluruh donasi ini dikoordinasikan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan diserahkan melalui loading point di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, pada Senin (8/12), di Jakarta, sebelum diterbangkan menuju daerah terdampak.

    Sebagai bentuk kepedulian tambahan di luar bantuan logistik, MMSGI bersama karyawan serta Yayasan Life After Mine (LINE) turut menggalang donasi tunai yang berhasil terkumpul dalam waktu singkat sebesar Rp218.800.000. Seluruh donasi tunai tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak banjir secara langsung melalui koordinasi bersama kementerian terkait, sehingga penyalurannya dapat berlangsung cepat, tepat, dan terukur.

    Selain mengirimkan bantuan logistik, MHU juga menurunkan tim Emergency Response Team (ERT) berjumlah enam orang untuk membantu proses penanganan bencana di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan selama enam hari. Tim ERT MHU menjalankan berbagai kegiatan krusial termasuk melakukan distribusi logistik ke rumah warga dan posko pengungsian, penyisiran korban di area sungai, trauma healing bagi anak-anak di Posko Sopo Daganak, serta pelayanan kesehatan bagi puluhan warga di Desa Batuhula, Tamansari, dan Garoga, Kecamatan Batangtoru. Kehadiran tim ERT MHU membantu mempercepat pemulihan awal warga sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menstabilkan kondisi pascabencana.

    CEO MMSGI, Sendy Greti, menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berupa logistik, tetapi juga komitmen perusahaan untuk hadir secara cepat dan terukur di tengah situasi darurat. “Musibah banjir bandang di Sumatra meninggalkan dampak berat bagi ribuan keluarga. Kami di MMSGI percaya bahwa respons cepat adalah bagian penting dari kontribusi kami kepada masyarakat. Bantuan yang disalurkan—baik berupa logistik maupun dukungan tim ERT—diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat secara tepat sasaran,” ujarnya.

    Sementara itu Direktur PT MHU, Kemal Djamil Siregar, juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam membantu penanganan bencana di Indonesia. “MHU secara rutin menyiapkan tim ERT untuk merespons bencana di berbagai daerah. Dalam kejadian banjir bandang Sumatra, tim kami bergerak cepat untuk membantu evakuasi, distribusi bantuan, serta memberikan dukungan psikososial dan kesehatan. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk selalu siap hadir di tengah masyarakat ketika dibutuhkan,” jelasnya.

    Melalui langkah terpadu antara donasi, dukungan operasional, kerja sama dengan kementerian dan BNPB, serta kehadiran langsung tim ERT, MMSGI menunjukkan konsistensi dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana. Pendekatan cepat, kolaboratif, dan terukur menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.

    Respons cepat ini mencerminkan komitmen MMSGI dalam menghadirkan kontribusi nyata pada situasi darurat nasional. Dengan mengedepankan visi Berdayakan Masa Depan, MMSGI berupaya memberdayakan masa depan masyarakat Indonesia dalam hal ini melalui langkah bantuan yang tepat sasaran, cepat, dan relevan dengan kebutuhan di lapangan. Melalui koordinasi dengan lembaga pemerintah dan dukungan tim relawan terlatih, MMSGI berharap bantuan ini dapat membantu percepatan pemulihan fisik maupun mental warga terdampak serta memberikan harapan baru bagi masyarakat di daerah bencana.

  • Delegasi IKI–JET dari 9 Negara Tinjau Transformasi Area Pascatambang MHU Menjadi Lahan Agroindustri dan Eknonomi Sirkular

    Delegasi IKI–JET dari 9 Negara Tinjau Transformasi Area Pascatambang MHU Menjadi Lahan Agroindustri dan Eknonomi Sirkular

    Jonggon, Kutai Kartanegara — PT Multi Harapan Utama (MHU), bagian dari MMS Group Indonesia (MMSGI), menjadi tuan rumah kunjungan delegasi internasional International Climate Initiative – Just Energy Transition (IKI–JET) yang diinisiasi oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) pada Rabu (15/10), di Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

     

    Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 40 peserta dari sembilan negara, termasuk Chile, Kolombia, Mongolia, Afrika Selatan, Thailand, Vietnam, India, Kazakhstan, dan Indonesia, serta perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kemenko Perekonomian, dan Bappenas. Kunjungan ini merupakan bagian dari International Capacity Development Program for Coal Regions in Transition, yang bertujuan memperkuat pertukaran pengetahuan terkait praktik transisi energi berkeadilan di daerah penghasil batu bara.

     

    Meninjau Transformasi Nyata Pascatambang

    Delegasi meninjau langsung kawasan pascatambang MHU di Desa Jonggon Jaya, Kutai Kartanegara. Kawasan yang dulunya merupakan area tambang kini bertransformasi menjadi pusat agroindustri, edukasi, dan inovasi masyarakat lokal. Melalui berbagai inisiatif, MHU menunjukkan bagaimana transisi energi dapat berjalan adil bagi manusia dan lingkungan.

     

    “Transisi energi yang adil bukan hanya tentang beralih dari fosil ke energi baru, tetapi juga tentang menjaga kehidupan dan memberdayakan masyarakat. Keberhasilan transisi diukur dari seberapa banyak kehidupan yang bisa kita bangun kembali di sepanjang prosesnya,” ujar Aris Subagyo, Kepala Teknik Tambang MHU.

    Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Lokal

    MHU memahami bahwa transisi energi yang adil tidak bisa dilepaskan dari dampak ekonomi lokal akibat berakhirnya aktivitas tambang (economic displacement). Karena itu, perusahaan menjalankan berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang disusun berdasarkan pemetaan sosial, sehingga sesuai dengan potensi masyarakat setempat. Program-program tersebut melibatkan beragam pemangku kepentingan — mulai dari masyarakat, UMKM, koperasi, BUMDes, lembaga pendidikan, hingga pemerintah daerah — untuk memastikan keberlanjutan dampaknya.

     

    Keberhasilan MHU dalam mengintegrasikan praktik keberlanjutan di kawasan pascatambang dinilai sebagai salah satu contoh nyata bagaimana perusahaan tambang di Indonesia dapat berkontribusi langsung pada agenda transisi energi berkeadilan.

     

    “Program pascatambang MHU menawarkan pelajaran berharga tentang satu contoh inisiatif perusahaan tambang batu bara melakukan rehabilitasi lahannya dan memberdayakan masyarakat lokal dan masyarakat adat, serta membantu mendiversifikasi ekonomi mereka di luar batu bara secara inklusif,” ujar Ade Cahyat perwakilan dari GIZ Indonesia/ASEAN.

     

    Salah satu contoh suksesnya adalah BUMDes Sungai Payang, yang kini tumbuh menjadi BUMDes dengan omzet mencapai Rp19 miliar pada tahun 2024, serta berhasil menciptakan lebih dari 200 lapangan kerja termasuk kaum perempuan “single parent” dan kurang mampu. BUMDes ini telah berkembang menjadi badan usaha B2B di sektor logistik, katering, dan konstruksi, serta mulai memiliki program CSR secara mandiri sejak 2020.

     

    Tak berhenti di situ, MHU juga melakukan pemberdayaan perempuan adat Dayak Kenyah di Desa Lung Anai. Dikelola oleh 12 perempuan adat, mereka mengembangkan hilirisasi biji kakao dengan bimbingan dari BUMDes Ba Waqna, menghasilkan produk olahan cokelat melalui Rumah Cokelat Lung Anai. Program ini menjadi salah satu model bisnis pertama di Indonesia dimana produk cokelat diberi merek dan diproduksi langsung oleh masyarakat adat.

     

    Dari Area Pascatambang ke Agroindustri: Membangun Ekonomi Sirkular

    Melalui kolaborasi antara MMSGI, PT Bramasta Sakti, dan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani Samarinda), dilakukan kajian akademis dan penyusunan white paper tentang transformasi lahan pascatambang menjadi agroindustri berbasis potensi lokal.

    Kajian ini mencakup riset di bidang pertanian dan ekonomi, termasuk analisis pasar dan pelibatan masyarakat. Salah satu hasilnya adalah pengembangan pupuk organik “Biomasta”, yang mampu meningkatkan parameter kesuburan tanah bekas tambang.

     

    Saat ini, MMSGI dan Politani Samarinda melakukan penelitian terkait dampak pupuk organik “Biomasta” yang dibuat dari kotoran sapi di Jayatama Miniranch untuk digunakan pada budidaya sereh wangi pada lahan pasca tambang MHU di area PT Bramasta Sakti. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya ekonomi sirkular di wilayah pascatambang.

     

    Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan

    Melalui Jayatama Miniranch dan demoplot hortikultura, Bramasta bekerja sama dengan SMK El Fhaluy Al Faizin dan SMKN 3 Tenggarong dalam program Praktek Kerja Lapangan (PKL). Kolaborasi ini menjadi wadah bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata dan memperkuat kompetensi pertanian dan peternakan modern di kawasan pascatambang. Transformasi area pascatambang MHU menjadi contoh nyata bahwa praktik pertambangan berkelanjutan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Dari lahan bekas tambang kini tumbuh kehidupan baru, menciptakan nilai tambah, membuka peluang kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

     

    “Kami percaya bahwa transformasi sejati berawal dari manusia. Karena itu, setiap program kami berorientasi pada pemberdayaan dan kolaborasi lintas sektor, agar komunitas sekitar tambang tetap tumbuh dan mandiri,” tutup Aris.

     

    Upaya ini menjadi bukti bahwa dari tambang, lahir kehidupan baru, dan dari tanah yang telah direklamasi, tumbuh harapan baru untuk masa depan yang hijau, inklusif, dan berkeadilan.

  • MHU Raih Dua Penghargaan Kategori Emas di CSR dan PDB Awards 2025

    MHU Raih Dua Penghargaan Kategori Emas di CSR dan PDB Awards 2025

    Direktur MHU Bayudono menerima penghargaan kategori Gold dalam ajang CSR Pembangunan Desa Berkelanjutan 2025 dari Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Ariza Patria yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (30/9).

     

    Jakarta – PT Multi Harapan Utama (MHU) salah satu anak usaha dari MMS Group Indonesia (MMSGI), berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih dua penghargaan emas (Gold) dalam ajang bergengsi Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2025.  Acara yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Selasa (30/9), dihadiri langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Wakil Menteri Desa PDT Ariza Patria, yang memberikan apresiasi atas kontribusi dunia usaha dalam mendukung pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan. Penghargaan emas ini diberikan kepada MHU melalui dua program unggulannya, yaitu Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C serta Program Rumah Cokelat Lung Anai. Keduanya dinilai mampu memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

     

    Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C

    Sejak 2019, MHU bersama PKBM Puteri Karang Melenu Loa Kulu telah menghadirkan akses pendidikan formal bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Melalui program ini, peserta didik yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan sekolah dapat kembali menempuh pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C. Tidak hanya menanggung biaya pendidikan, buku pelajaran, dan honor guru, MHU juga mendukung sarana pembelajaran dengan menyediakan 10 unit komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Program ini bahkan diperkuat dengan pelatihan keterampilan vokasi, seperti operator alat berat dan tata boga, yang dirancang untuk meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.

    Hingga tahun 2024, program ini menunjukkan keberhasilannya dengan menghasilkan 869 lulusan—dengan rincian 276 perempuan dan 593 laki-laki—yang mempertahankan tingkat kelulusan yang konsisten. Yang membanggakan, 212 lulusan dari Paket A, B, dan C tersebut kini telah diserap oleh MHU dan menjadi bagian dari tenaga kerja perusahaan. Berdasarkan pengukuran dampak, program ini mencatatkan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 3,59 serta Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 3,72 dari skala 4, menegaskan bahwa program ini bukan hanya relevan, tetapi juga efektif dan diapresiasi tinggi oleh masyarakat.

     

    Rumah Cokelat Lung Anai

    Selain bidang pendidikan, MHU juga berhasil memberdayakan masyarakat Dayak Kenyah di Desa Lung Anai melalui inisiatif Rumah Cokelat Lung Anai. Program ini lahir dari potensi perkebunan kakao yang dimiliki masyarakat, yang kemudian dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi.

    Program Rumah Cokelat Lung Anai diinisiasi oleh anak usaha MMSGI, PT Multi Harapan Utama (MHU), yang berkolaborasi melalui lintas sektor dengan Kelompok Tani Lalut Isau, Badan Usaha milik Desa (BUMDes) dan Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara. Selain itu, MHU juga melibatkan Yayasan Peduli Desa Nusantara Madani dan Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara yang berperan dalam memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat dalam pengolahan kakao menjadi cokelat kemasan.

    (Wamen Desa PDT, Ariza Patria mengunjungi booth MHU untuk melihat produk hasil olahan Rumah Cokleat Lung Anai di acara CSR PDB 2025 yang digelar di Hotel Bidakara, Jakrta, Selasa (30/9).

     

    Rumah Cokelat Lung Anai memiliki perkebunan kakao yang dikelola oleh sekitar 50 anggota petani dengan total lahan sekitar 100 hektare. Rata-rata, seorang petani mampu mengelola dua hektare lahan dan menghasilkan sekitar Rp30.000 per kilogram (kg) biji kakao mentah. Biji kakao lokal diolah menjadi produk bernilai tambah, mulai dari cokelat batangan hingga bubuk kakao. Tidak hanya itu, Rumah Cokelat Lung Anai sekaligus menjadi pusat pelatihan teknik budidaya dan pengolahan, serta destinasi agrowisata bagi wisatawan. Dampak dari program ini, petani cokelat Lung Anai mendapat peningkatan pendapatan sebesar 3-4x lipat. Selain itu keterlibatan perempuan meningkat dalam tata niaga cokelat terutama pada bagian pengolahan. Program cokelat ini juga telah mendapat apresiasi dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Dengan dukungan MHU, masyarakat Desa Lung Anai kini memiliki fasilitas pengolahan yang lebih modern, seperti mesin pengolahan kakao, rumah pengering, serta renovasi rumah produksi sesuai standar BPOM. Program ini dijalankan secara kolaboratif bersama Yayasan PeDe Nusantara Madani, Puslitkoka Jember, Dinas Perkebunan Kukar, serta pelaku UMKM lokal, memastikan adanya transfer ilmu dan pendampingan yang berkelanjutan.

     

    Komitmen MHU: Bisnis dan Komunitas Tumbuh Bersama

    Mining Support Division Head Wiwin S. menyampaikan apresiasinya atas penghargaan ini. Ia menjelaskan jika prestasi ini semakin memperkuat posisi MHU sebagai perusahaan tambang yang berkomitmen menjalankan operasional berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG), di mana keberhasilan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan desa.

    “Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa program CSR MHU tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi mampu menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui pendidikan kesetaraan dan Rumah Cokelat Lung Anai, kami berupaya menghadirkan peluang ekonomi baru sekaligus membangun sumber daya manusia yang lebih unggul. Ke depan, kami akan terus memperluas dampak positif agar masyarakat sekitar dapat tumbuh bersama kami secara berkelanjutan,” ungkap Wiwin.

    Dengan raihan dua penghargaan emas di ajang CSR & PDB Awards 2025, MHU menegaskan bahwa pertumbuhan perusahaan akan selalu berjalan seiring dengan pemberdayaan komunitas, sebagai bagian dari komitmen MMSGI untuk menghadirkan dampak positif di berbagai wilayah Indonesia.

  • Lewat PPM MHU Rumah Cokelat Lung Anai Raih Penghargaan ISRA 2025

    Lewat PPM MHU Rumah Cokelat Lung Anai Raih Penghargaan ISRA 2025

    Yogyakarta – PT Multi Harapan Utama (MHU), anak usaha dari MMSGI (MMS Group Indonesia), berhasil meraih penghargaan Silver pada kategori Economic Empowerment  di Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2025 yang digelar di The Alana Yogyakarta Hotel and Convention Center, Kamis (10/7) di Yogyakarta. Penghargaan ini diberikan atas program Corporate Social Responsibility (CSR) Rumah Cokelat Lung Anai, yang dinilai berhasil mendorong kemandirian ekonomi masyarakat adat Dayak Kenyah melalui hilirisasi industri cokelat di Desa Lung Anai, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

    Mengusung tema “Driving Impact, Building a Sustainable Future” ISRA menekankan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci utama dampak berkelanjutan yang bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan yang berhasil mengintegrasikan prinsip ESG dalam strategi dan operasional bisnis, mendorong terciptanya dampak positif yang terukur bagi masyarakat dan lingkungan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

    Chief Executive Officer (CEO) MMSGI Sendy Greti berkomitmen terus menciptakan solusi untuk meningkatkan kualitas hidup dan berkelanjutan dengan praktik bisnis bertanggung jawab, yang melibatkan kolaborasi antar lini untuk memberikan dampak positif jangka panjang.

    “Melalui MHU, kami tidak hanya berinvestasi pada kegiatan operasional, tapi juga dalam membangun masa depan masyarakat. Seperti Rumah Cokelat Lung Anai yang menjadi simbol transformasi ekonomi lokal. Keberhasilan program CSR kami adalah hasil kolaborasi lintas pihak masyarakat, pemerintah, dan instansi terkait yang bersama-sama mendorong perubahan yang inklusif dan berkelanjutan,” ucapnya.

    Dengan mengintegrasikan prinsip ESG di semua lini bisnis, Ia menyebut MMSGI melalui MHU membuktikan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan dapat menciptakan nilai jangka panjang, baik bagi perusahaan, masyarakat, maupun lingkungan.

    “Kami percaya bahwa keberhasilan CSR bukan diukur dari jumlah program, tapi dari seberapa besar ia bisa mengubah kehidupan masyarakat secara nyata dan membangun kepercayaan yang berkelanjutan antara perusahaan dan komunitas di sekitar,” ujar Sendy.

    Desa Lung Anai, yang 92% warganya merupakan masyarakat adat Dayak Kenyah dan telah ditetapkan sebagai Desa Budaya sejak 2007, sebelumnya mengelola kakao secara tradisional dengan penjualan biji basah berharga rendah.  MHU merancang program Rumah Cokelat berdasarkan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Sustainable Livelihood Approach (SLA). Dengan mengoptimalkan lebih dari 100 hektare kebun kakao, MHU merevitalisasi fasilitas lokal menjadi pusat hilirisasi produk kakao, lengkap dengan rumah pengering, mesin produksi bersertifikat Halal dan BPOM, serta ruang edukasi komunitas.

    Melalui program ini, perusahaan menunjukkan pembangunan ekonomi dan pelestarian kearifan lokal dapat berjalan beriringan, sejalan dengan 6 agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) khususnya pada Tujuan 2 “Tanpa Kelaparan”, Tujuan 5 “Kesetaraan Gender”, Tujuan 8 “Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi”, Tujuan 9 “Industri, Inovasi dan Infrastruktur”, Tujuan 11 “Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan”, Tujuan 12 “Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab”.

    Division Head Mining Support and Compliance MHU Wiwin Suhartanto menyampaikan Rumah Cokelat Lung Anai merupakan bukti bahwa pemanfaatan lahan secara produktif dapat berjalan seiring dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat adat.

    “Program ini telah membuka peluang usaha baru, meningkatkan keterampilan warga, dan pada saat sama turut menjaga keseimbangan lingkungan. Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan,” ujar Wiwin.

    Program Rumah Cokelat Lung Anai diinisiasi oleh MHU yang berkolaborasi melalui lintas sektor dengan Kelompok Tani Lalut Isau, Badan Usaha milik Desa (BUMDes), serta Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara. Selain itu, MHU juga melibatkan Yayasan Peduli Desa Nusantara Madani dan Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara yang berperan dalam memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat dalam pengolahan kakao menjadi cokelat kemasan.

    Capaian program ini sangat signifikan, lebih dari 100 petani kini mengalami peningkatan pendapatan hingga 5 kali lipat, dengan harga jual kakao kering fermentasi mencapai Rp120.000-Rp150.000/kg dari sebelumnya Rp25.000-Rp30.000/kg untuk biji basah. Selain itu, 12 perempuan lokal kini aktif sebagai tenaga kerja, mencerminkan pergeseran peran gender positif dan peningkatan taraf hidup keluarga.

    “Biji kakao lokal diolah menjadi produk bernilai tambah, mulai dari cokelat batangan hingga bubuk kakao sehingga memberikan dampak peningkatan pendapatan petani cokelat sebesar 5 kali lipat. Selain itu, keterlibatan perempuan meningkat dalam tata niaga cokelat terutama pada bagian pengolahan. Program cokelat ini juga telah mendapat apresiasi dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” lanjut Wiwin.

    Selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat, program ini juga berdampak langsung pada reputasi sosial perusahaan. Persepsi positif masyarakat terhadap MHU meningkat dari 37% menjadi 100%, memperkuat Social License to Operate (SLO). Ke depan, Rumah Cokelat Lung Anai telah menyusun strategi jangka panjang yang mencakup diversifikasi produk, digitalisasi pemasaran, peningkatan kapasitas SDM, dan pelibatan BUMDesa sebagai pengelola mandiri.

    Program Rumah Cokelat Lung Anai membuktikan bahwa pemanfaatan komoditas lokal dapat menjadi jembatan menuju kemandirian ekonomi masyarakat adat. Ini sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana sektor swasta dapat berperan strategis dalam menciptakan transformasi sosial berkelanjutan melalui pendekatan yang inklusif dan kontekstual.

    Ini adalah bukti nyata bahwa hilirisasi komoditas lokal dapat menjadi jembatan menuju kemandirian ekonomi masyarakat adat dan pelestarian budaya bangsa, menghasilkan dampak ekonomi, sosial, dan budaya yang terukur dan berkelanjutan.

  • MMSGI Raih Penghargaan Sustainable Impact in Community Green Growth Lewat Inisiatif Rumah Cokelat Lung Anai

    MMSGI Raih Penghargaan Sustainable Impact in Community Green Growth Lewat Inisiatif Rumah Cokelat Lung Anai

    Jakarta – PT MMS Group Indonesia berhasil meraih penghargaan dalam kategori Impact: Sustainable Impact in Community Green Growth pada ajang Mata Lokal Fest 2025 yang digelar Tribunnews di Shangri-La Hotel Jakarta, Kamis (8/5). Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan inisiatif Rumah Cokelat Lung Anai dalam memberdayakan masyarakat adat, khususnya kaum perempuan dan mendorong pelestarian cultural heritage praktik pertanian dan pengolahan cokelat berbasis komunitas di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

    Program Rumah Cokelat Lung Anai diinisiasi oleh anak usaha MMSGI, PT Multi Harapan Utama (MHU), yang berkolaborasi melalui lintas sektor dengan Kelompok Tani Lalut Isau, Badan Usaha milik Desa (BUMDes) dan Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara. Selain itu, MHU juga melibatkan Yayasan Peduli Desa Nusantara Madani dan Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara yang berperan dalam memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat dalam pengolahan kakao menjadi cokelat kemasan.

    Rumah Cokelat Lung anai memiliki perkebunan kakao yang dikelola oleh sekitar 50 anggota petani dengan total lahan sekitar 100 hektare. Rata-rata, seorang petani mampu mengelola dua hektare lahan dan menghasilkan sekitar Rp30.000 per kilogram (kg) biji kakao mentah. Biji kakao lokal diolah menjadi produk bernilai tambah, mulai dari cokelat batangan hingga bubuk kakao. Tidak hanya itu, Rumah Cokelat Lung Anai sekaligus menjadi pusat pelatihan teknik budidaya dan pengolahan, serta destinasi agrowisata bagi wisatawan.

    Dampak dari program ini, petani cokelat Lung Anai mendapat peningkatan pendapatan sebesar 3-4x lipat. Selain itu keterlibatan perempuan meningkat dalam tata niaga cokelat terutama pada bagian pengolahan. Program cokelat ini juga telah mendapat apresiasi dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

    Wiwin Suhartanto selaku Division Head Mining Support and Compliance MHU mengungkapkan bahwa penghargaan ini tidak semata-mata hasil kerja satu pihak saja, melainkan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

    “Rumah Cokelat Lung Anai adalah bukti nyata bahwa pemanfaatan lahan secara produktif dapat berjalan seiring dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat adat. Program ini telah membuka peluang usaha baru, meningkatkan keterampilan warga, dan pada saat yang sama turut menjaga keseimbangan lingkungan. Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan,” ujar Wiwin.

    Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) MMSGI, Sendy Greti, menjelaskan bahwa melalui MHU, MMSGI berupaya menciptakan solusi masa depan. “MMSGI berkomitmen menciptakan solusi untuk meningkatkan kualitas hidup dan berkelanjutan dengan praktik bisnis bertanggung jawab yang melibatkan kolaborasi antar lini untuk memberikan dampak positif jangka panjang” ujarnya.

    Sendy menambahkan, melalui semua visi tersebut, MMSGI melalui MHU sama-sama bertekad untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat dengan harapan dapat memberikan kontribusi nyata bagi generasi mendatang.

    Dengan mengintegrasikan prinsip environmental, social, and governance (ESG) di semua lini bisnis, MMSGI melalui MHU membuktikan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan dapat menciptakan nilai jangka panjang, baik bagi perusahaan, masyarakat, maupun lingkungan. Penghargaan ini diharapkan semakin memacu MMSGI untuk terus mengembangkan program-program inovatif yang berdampak nyata bagi masa depan berkelanjutan.

  • Komitmen pada Keberlanjutan, MHU Raih PROPER Hijau Kedua Berturut-turut

    Komitmen pada Keberlanjutan, MHU Raih PROPER Hijau Kedua Berturut-turut

    Jakarta – PT Multi Harapan Utama (MHU) sebagai salah satu unit bisnis dari MMS Group Indonesia (MMSGI) pada lini pilar MMS Resources kembali meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dengan peringkat Hijau dalam acara yang digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Senin (24/2). Secara simbolis penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

     

    Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa PROPER bertujuan mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk terus meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan lingkungan hidup serta menerapkan inovasi dalam pengelolaan lingkungan.

     

    “Untuk mendorong berbagai inovasi dan kepemimpinan lingkungan (green leadership) dalam dunia usaha, pelaksanaan PROPER harus terus dikembangkan sejalan dengan kebijakan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktik terbaik yang diterapkan di dunia usaha. PROPER tidak hanya mendorong peningkatan kepatuhan perusahaan, tetapi juga diharapkan dapat menjadikan perusahaan-perusahaan Indonesia sebagai world-class company dalam pengelolaan lingkungan hidup, ujar Hanif Faisol.

     

    Direktur MHU, Faiz Firdaus Fauzan, menyampaikan bahwa PROPER Hijau kedua berturut-turut ini merupakan wujud nyata dari komitmen MHU dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di setiap aspek operasi perusahaan.

     

    “Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa MHU secara konsisten mengintegrasikan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dengan komitmen keberlanjutan. Kami percaya bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan. Ke depan, MHU akan terus mengembangkan inovasi dalam pengelolaan lingkungan untuk memberikan dampak positif yang lebih luas, ujar Faiz Firdaus Fauzan.

     

    Dengan pencapaian ini, MHU semakin menegaskan posisinya sebagai perusahaan yang tidak hanya fokus pada aspek bisnis tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

     

    MHU Konsisten Terapkan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

    Peringkat Hijau dalam PROPER menunjukkan bahwa MHU telah menjalankan kinerja lingkungan yang sangat baik dengan memenuhi sebagian besar ketentuan hukum yang berlaku serta melaksanakan berbagai inovasi dalam pengelolaan lingkungan.

     

    Secara konsisten, MHU menerapkan berbagai strategi dalam pengelolaan lingkungan yang efektif dan efisien, di antaranya:

    • Pengelolaan Limbah yang Berkelanjutan

    MHU bersama masyarakat Jembayan Tengah, Loa Kulu, Kutai Kartanegara, mendirikan bank sampah “Bumi Etam Lestari” sebagai upaya menjaga lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi. Sampah rumah tangga dipilah dan diolah menjadi produk bernilai guna, seperti paving block dan pupuk kompos. Inisiatif ini menjadi contoh nyata ekonomi sirkular berbasis komunitas yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara ekonomi.

    • Pemanfaatan Energi Terbarukan & Reduksi Emisi

    Dalam transisi menuju energi berkelanjutan, MHU telah memasang panel surya di fasilitas operasionalnya, mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menekan emisi hingga 28%. Dengan konsumsi listrik tahunan sekitar 1,4 juta kWh, MHU berhasil menurunkan emisi sebesar 317 ton CO₂ ekuivalen. Ke depan, MHU berencana mengembangkan panel surya terapung di kolam pascatambang untuk semakin mengoptimalkan efisiensi energi ramah lingkungan.

    • Konservasi & Rehabilitasi Lingkungan

    MHU telah mereklamasi 16 hektare lahan bekas tambang menjadi Arboretum Busang, yang berfungsi sebagai kawasan konservasi, hutan pendidikan, penelitian, dan ekowisata. Arboretum ini juga menjadi pusat pembibitan tanaman lokal serta habitat bagi spesies endemik Kalimantan, termasuk kukang yang terancam punah. Melalui program rehabilitasi ini, MHU memastikan keberlanjutan ekosistem sejalan dengan visi perusahaan, “Syncergy for the Future”.

     

  • Sinergi TNI dan MHU: Lahan Pascatambang Tumbuhkan Harapan untuk Kemandirian Ekonomi

    Sinergi TNI dan MHU: Lahan Pascatambang Tumbuhkan Harapan untuk Kemandirian Ekonomi

    Kutai Kartanegara – Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha melakukan kunjungan kerja ke area pascatambang PT Multi Harapan Utama (MHU) di Area Miniranch dan Pertanian Jayatama yang dikelola oleh PT Bramasta Sakti (Bramasta) di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (14/2).

    Dalam kunjungannya, Pangdam VI/Mulawarman menegaskan pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pascatambang untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan.

    Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan, Pangdam VI/Mulawarman melakukan penanaman bibit jagung di lahan pascatambang. Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif TNI dalam membantu masyarakat memperoleh sumber pangan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kalimantan Timur.

    Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha menegaskan bahwa sinergi antara TNI dan sektor swasta dalam mendukung ketahanan pangan sangat diperlukan. Melalui program ini, diharapkan dapat tercipta peluang bagi masyarakat sekitar untuk lebih mandiri secara ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan.

    Dalam upaya memperluas manfaatnya, program ini juga menggandeng siswa dari SMK El-Fhaluy Al Faizin Loa Kulu, SMKN 3 Tenggarong, dan kelompak mahasiswa dari  Universitas Kutai Kartanegara. Institusi pendidikan tersebut turt berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran langsung di lahan seluas 3,7 hektare yang meliputi praktik pertanian dan peternakan, guna membekali para siswa dengan keterampilan sehingga dapat diaplikasikan di dunia kerja maupun usaha mandiri.

    Sementara itu, Kepala Teknik Tambang MHU Aris Subagyo, menyatakan jika pemanfaatan lahan pascatambang secara produktif tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi wadah bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

    “Kami menyambut baik inisiatif Pangdam VI/Mulawarman dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah ini. Sinergi antara MHU, institusi pendidikan, dan pemerintah, termasuk TNI, sangat penting dalam menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

    Upaya ini juga mendukung pencapaian tiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni pilar 2 Tanpa Kelaparan, pilar 4 Pendidikan Berkualitas dan pilar 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

    Kolaborasi ini diharapkan menjadi model bagi pemanfaatan lahan pascatambang di Indonesia yang tidak hanya memperbaiki ekosistem tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan ekonomi sirkular dan keberlanjutan.

  • Peringati Bulan K3, MHU Gandeng Mitra Kerja Ciptakan Lingkungan Aman & Produktif

    Peringati Bulan K3, MHU Gandeng Mitra Kerja Ciptakan Lingkungan Aman & Produktif

    PT Multi Harapan Utama (MHU) bersama mitra kerja menggelar rangkaian kegiatan dalam memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2025 dengan tema Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dalam Mendukung Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) untuk Meningkatkan Produktivitas.

    MHU bersama dengan mitra kerja memanfaatkan momen ini untuk menegaskan dedikasi terhadap budaya kerja yang aman dan produktif.

    Sebagai salah satu unit bisnis dari MMS Group Indonesia (MMSGI) pada lini pilar MMS Resources, MHU berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh karyawan dan mitra kerja yang berkontribusi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja secara keseluruhan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktif.

    Kepala Teknik Tambang (KTT) MHU, Aris Subagyo mengatakan peringatan Bulan K3 Nasional menjadi momen untuk semakin memahami bahwa pentingnya keselamatan di area kerja bukan hanya bagi karyawan MHU tetapi juga bagi mitra kerja untuk mencapai zero accident dan zero fatality.

    “Keselamatan dan kesehatan kerja bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi merupakan budaya yang harus terus kita bangun bersama. Melalui peringatan Bulan K3 Nasional 2025 ini, kami ingin memastikan bahwa setiap karyawan dan mitra kerja MHU memiliki pemahaman yang kuat terhadap pentingnya keselamatan kerja serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Aris dalam sambutannya pada pembukaan peringatan Bulan K3.

    Sebagai bagian dari keterlibatan aktif dengan mitra kerja, MHU mengadakan lomba inovasi program K3, yang mendorong partisipasi aktif dalam menciptakan solusi keselamatan yang lebih efektif di lingkungan kerja. Selain itu, serangkaian lomba olahraga turut diselenggarakan untuk membangun semangat kebersamaan dan meningkatkan kesehatan fisik para pekerja seperti bulutangkis dan juga mini soccer.

    MHU melibatkan mitra kerja dalam sosialisasi untuk memperkuat budaya K3 yang terintegrasi serta memastikan bahwa seluruh stakeholder mematuhi regulasi K3 nasional dan kebijakan perusahaan. Dengan cara ini, diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan keberlanjutan operasional yang efisien. Selain itu, mitra kerja yang memiliki pemahaman kuat tentang K3 akan lebih efisien dalam bekerja sehingga dapat meminimalisir downtime akibat insiden atau kecelakaan kerja.

    MHU berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan SMK3 dalam setiap lini operasidan memastikan bahwa budaya keselamatan kerja terintegrasi di seluruh ekosistem perusahaan, menciptakan lingkungan yang tidak hanya aman tetapi juga berkelanjutan.

    Peringatan Bulan K3 Nasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap pentingnya penerapan prinsip K3. Melalui pengendalian semua potensi bahaya hingga mencapai standar aman, lingkungan kerja yang sehat dan aman dapat tercipta. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas tenaga kerja, tetapi juga memberikan dampak positif pada perekonomian nasional.