Blog

  • Dorong Ekonomi Desa Tumbuh Mandiri, MHU Raih Impactful Program Awards 2026

    Dorong Ekonomi Desa Tumbuh Mandiri, MHU Raih Impactful Program Awards 2026

    Jakarta – PT Multi Harapan Utama (MHU) anak usaha dari MMSGI, kembali mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional. MHU meraih penghargaan Impactful Program Awards pada ajang Investortrust CSR Awards 2026 yang digelar di Habitate, Oakwood, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

    Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas pendekatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) MHU yang tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan untuk menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang terukur serta membangun kemandirian masyarakat.

    Empat inisiatif yang menjadi bagian dari pendekatan tersebut antara lain Air Bersih Pascatambang melalui Pompa Hydram, Penguatan BUMDes Payang Sejahtera, Penguatan KUBE Koetai Harapan Utama, serta Rumah Cokelat Lung Anai. Keempat program tersebut memperlihatkan bagaimana MHU mengembangkan potensi yang berbeda di masyarakat—mulai dari pemanfaatan aset pascatambang, penguatan institusi ekonomi desa, peningkatan keterampilan, hingga hilirisasi komoditas lokal.

    Presiden Direktur MHU Kemal Djamil Siregar mengatakan, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak semata-mata diukur dari besarnya investasi yang diberikan perusahaan, tetapi dari perubahan yang dapat terus berlangsung dan memberi manfaat bagi masyarakat.

    “Bagi kami, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat bukan hanya dilihat dari berapa besar dukungan yang diberikan perusahaan, tetapi dari perubahan yang dapat terus berjalan setelah program dilaksanakan. Karena itu, kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses, kemampuan, dan kelembagaan yang dapat tumbuh secara mandiri,” ujar Kemal.

    Void Pascatambang Menjadi Sumber Air Bersih

    Salah satu program tersebut adalah Air Bersih Pascatambang – Pompa Hydram di Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Melalui program ini, MHU mengubah kolam atau void pascatambang menjadi sumber air bersih bagi masyarakat. Teknologi Pompa Hydram digunakan untuk mengalirkan air dengan memanfaatkan energi kinetis air sehingga tidak membutuhkan listrik maupun bahan bakar.

    Infrastruktur tersebut terdiri dari tiga unit Pompa Hydram, dua unit hydropur dan Water Treatment Plant (WTP) berkapasitas 126 meter kubik. Jaringan distribusinya mencapai lebih dari 3,6 kilometer dan melayani tiga dusun, yakni Donomulyo, Sentuk dan Rempanga. Secara keseluruhan, program ini telah memberikan akses air bersih kepada 582 kepala keluarga masyarakat sekitar tambang. Pengelolaan fasilitas juga melibatkan BUMDes Payang Sejahtera sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut mengambil peran dalam keberlanjutan program.

    “Kami tidak hanya melihat void sebagai bagian dari proses pascatambang, tetapi sebagai aset yang dapat dikembalikan manfaatnya kepada masyarakat,” kata Kemal.

    Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa proses pascatambang dapat diarahkan untuk menghasilkan manfaat sosial yang berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan dasar masyarakat di sekitar wilayah operasi.

    BUMDes Tumbuh, Omzet Naik dari Rp4,6 Miliar menjadi Rp27,6 Miliar

    Dampak pemberdayaan juga terlihat melalui Program Penguatan BUMDes Payang Sejahtera, yang telah berjalan sejak 2017. MHU mendorong BUMDes tidak sekadar menjadi penerima bantuan, tetapi membangun ekosistem usaha yang mampu berjalan secara mandiri. Pengembangan dilakukan melalui pemetaan potensi lokal, pembinaan, pengembangan unit usaha dan dukungan permodalan.

    Sejumlah unit usaha yang berkembang meliputi katering, laundry, housekeeping, pabrik kompos, hingga pengelolaan layanan air bersih melalui WTP. Dampaknya tercermin pada peningkatan omzet BUMDes Payang Sejahtera dari Rp4,6 miliar pada 2019 menjadi Rp27,6 miliar pada 2023, dengan nilai Social Return on Investment (SROI) 4,27.

    Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pemberdayaan ekonomi dapat menghasilkan efek berantai ketika masyarakat memiliki kelembagaan yang mampu mengelola dan mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri.

    “Target kami bukan membuat masyarakat bergantung pada perusahaan, tetapi membangun institusi ekonomi desa yang mampu berdiri dan berkembang secara mandiri,” ujar Kemal.

    Dari Keterampilan Lokal Menjadi Usaha yang Menembus Pasar

    Pendekatan serupa diterapkan melalui KUBE Koetai Harapan Utama di Dusun Berhala, Desa Loa Kulu Kota. Kelompok pertukangan kayu tersebut sebelumnya menghadapi keterbatasan peralatan produksi, kualitas produk dan akses pasar. MHU kemudian memberikan pelatihan, pendampingan serta dukungan peralatan yang lebih modern bersama sejumlah mitra.

    Perubahan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan produksi. Pada 2019, kelompok tersebut mulai mendapatkan pembinaan dari pemerintah daerah dan dipercaya memasok meja dan kursi untuk sekolah-sekolah di Kutai Kartanegara. Program tersebut mencatat SROI 5,23, menunjukkan nilai sosial yang dihasilkan dari investasi pemberdayaan tersebut.

    Rumah Cokelat Lung Anai: Menggerakkan Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

    Program lain yang memperlihatkan bagaimana potensi lokal dikembangkan menjadi rantai ekonomi bernilai tambah adalah Rumah Cokelat Lung Anai di Desa Lung Anai, Kecamatan Loa Kulu. Program yang diinisiasi MHU ini mengembangkan potensi perkebunan kakao masyarakat adat Dayak Kenyah dengan pendekatan hilirisasi. Jika sebelumnya kakao lebih banyak dijual dalam bentuk biji dengan nilai ekonomi terbatas, masyarakat kini didorong mengolahnya menjadi produk bernilai tambah seperti cokelat batangan dan bubuk kakao.

    Program ini melibatkan Kelompok Tani Lalut Isau, BUMDes, Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara, Yayasan Peduli Desa Nusantara Madani dan Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara. MHU juga memberikan dukungan terhadap fasilitas pengolahan, termasuk rumah pengering dan mesin pengolahan kakao.

    Dampaknya mulai terlihat dari peningkatan nilai ekonomi komoditas. Lebih dari 100 petani mengalami peningkatan pendapatan hingga lima kali lipat, dengan harga kakao kering fermentasi mencapai Rp120.000–Rp150.000 per kilogram, dibandingkan sekitar Rp25.000–Rp30.000 per kilogram untuk biji basah sebelumnya. Pada sisi hilir, keterlibatan perempuan juga semakin kuat. Sebanyak 12 perempuan lokal telah terlibat dalam aktivitas pengolahan, membuka ruang ekonomi baru sekaligus memperkuat peran perempuan dalam rantai nilai komoditas kakao.

    Rumah Cokelat Lung Anai juga berkembang sebagai pusat pelatihan budidaya dan pengolahan kakao sekaligus destinasi agrowisata. Produk yang dihasilkan telah memiliki legalitas SPP-IRT dan NIB, sementara Balai Besar POM di Samarinda turut memberikan pendampingan agar produk dapat berkembang menuju pasar modern.

    Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari pendekatan MHU dalam menjalankan PPM yang terintegrasi dengan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dan Good Mining Practice.

    Bagi MHU, keberadaan perusahaan di tengah masyarakat tidak hanya diukur dari aktivitas operasional, tetapi juga dari kemampuan perusahaan untuk menciptakan ekosistem yang memungkinkan masyarakat berkembang bersama. Kemal menegaskan, pendekatan tersebut akan terus menjadi bagian dari arah keberlanjutan MHU.

    “Kami percaya program sosial yang baik harus meninggalkan kemampuan, bukan ketergantungan. Masyarakat harus menjadi pelaku utama dari perubahan yang terjadi di wilayahnya. Peran perusahaan adalah membuka akses, memperkuat kapasitas, dan membangun ekosistem agar manfaat tersebut dapat terus berkembang,” tuturnya.

    Pada akhirnya, empat program tersebut membawa satu pesan yang sama: aset pascatambang dapat menjadi akses kebutuhan dasar, kelembagaan desa dapat menjadi penggerak ekonomi, keterampilan lokal dapat berkembang menjadi usaha berdaya saing, dan komoditas pertanian dapat dihilirkan menjadi sumber pendapatan baru.

  • Dari Tambang ke Kajian Ekonomi, MHU Perkuat Kolaborasi dengan BI Kaltim

    Dari Tambang ke Kajian Ekonomi, MHU Perkuat Kolaborasi dengan BI Kaltim

    Samarinda — Dinamika industri pertambangan batu bara memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan ekonomi Kalimantan Timur. Karena itu, pemahaman terhadap kondisi lapangan dan perkembangan industri menjadi salah satu perspektif penting dalam membaca arah perekonomian daerah. Hal tersebut turut menjadi ruang kolaborasi antara PT Multi Harapan Utama (MHU) dan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) yang selama ini telah terjalin melalui berbagai forum komunikasi dan diskusi ekonomi. Dalam hubungan tersebut, MHU secara rutin dilibatkan sebagai salah satu narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan BI Kaltim setiap triwulan. Forum tersebut menjadi ruang bagi BI Kaltim untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan sektor usaha, termasuk dinamika industri pertambangan batu bara di Kalimantan Timur. Keterlibatan pelaku usaha menjadi relevan karena sektor pertambangan merupakan salah satu sektor penting dalam struktur ekonomi Kaltim. Perspektif dari pelaku industri di lapangan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi usaha, perkembangan komoditas, hingga berbagai kebijakan yang berdampak terhadap kegiatan operasional.

    Membawa Perspektif Industri ke Ruang Diskusi Ekonomi

    Dalam forum tersebut, GM Mining Support and Compliance MHU Wiwin Suhartanto mewakili perspektif sektor pertambangan batu bara untuk menyampaikan perkembangan industri, kondisi operasional, hingga berbagai perubahan kebijakan dan regulasi pemerintah yang berpengaruh terhadap kegiatan usaha. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari hubungan yang telah dibangun secara konsisten antara MHU dan BI Kaltim. Menurut Wiwin, komunikasi antara dunia usaha dan regulator penting untuk membangun pemahaman yang lebih utuh mengenai kondisi industri di lapangan.

    “Bagi kami, forum seperti ini menjadi ruang untuk menyampaikan kondisi riil industri sekaligus berdiskusi mengenai berbagai perkembangan yang terjadi. Hubungan yang baik dengan BI Kaltim juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang terbuka dan konstruktif antara perusahaan dan pemangku kepentingan,” ujar Wiwin.

    Temu Responden Jadi Ruang Apresiasi

    Hubungan MHU dengan BI Kaltim juga berlangsung melalui agenda Temu Responden yang diselenggarakan secara periodik. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi BI Kaltim untuk memberikan apresiasi kepada para responden dan narasumber yang selama ini mendukung proses pengumpulan informasi ekonomi. Dalam kegiatan tersebut, Bapak Bayuadi Hardiyanto, Deputi Direktur BI Kaltim, turut hadir bersama jajaran BI Kaltim. Kehadiran jajaran BI Kaltim dalam kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya hubungan dan komunikasi yang terus dibangun dengan para pelaku usaha yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem informasi perekonomian daerah. Bagi MHU, kesempatan tersebut bukan semata-mata bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi refleksi atas pentingnya kontribusi sektor usaha dalam menyediakan informasi yang dapat membantu pemangku kepentingan memahami perkembangan ekonomi daerah.

    “Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan BI Kaltim kepada MHU sebagai kesempatan untuk berbagi informasi mengenai sektor pertambangan merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam memberikan gambaran mengenai kondisi industri di Kaltim,” kata Wiwin.

    Bagi MHU, forum seperti FGD dan Temu Responden juga memberikan ruang untuk bertukar perspektif mengenai perkembangan ekonomi dan industri secara lebih terbuka. Hubungan yang telah terjalin antara MHU dan BI Kaltim menunjukkan pentingnya dialog antara dunia usaha dan regulator dalam memahami perkembangan ekonomi daerah. Bagi perusahaan, kontribusi terhadap daerah tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas operasional, tetapi juga melalui keterbukaan untuk berbagi informasi dan perspektif industri dengan para pemangku kepentingan. Ke depan, MHU berharap komunikasi dan kolaborasi dengan BI Kaltim dapat terus berlangsung sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem informasi yang semakin baik, sekaligus mendukung pemahaman bersama terhadap dinamika industri pertambangan dan perekonomian Kalimantan Timur.

  • MHU Raih PR Popular Companies Awards 2026 untuk Kategori Pertambangan Batubara

    MHU Raih PR Popular Companies Awards 2026 untuk Kategori Pertambangan Batubara

    Jakarta – PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan MMS Group Indonesia (MMSGI), kembali memperoleh pengakuan nasional atas upayanya membangun reputasi perusahaan melalui komunikasi korporat yang kredibel, transparan, dan berkelanjutan. Pada ajang 7th Indonesia Public Relations Awards 2026 yang diselenggarakan oleh The Iconomics di Auditorium Dhanapala, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Kamis (6/8), MHU meraih PR Popular Companies Awards 2026 untuk kategori Perusahaan Pertambangan Batubara. Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu membangun dan menjaga reputasi positif di mata publik melalui komunikasi yang konsisten, adaptif, serta hubungan yang baik dengan para pemangku kepentingan. Penilaian dilakukan berdasarkan riset independen berbasis persepsi publik dan analisis reputasi digital yang melibatkan responden dari berbagai sektor. Dalam penilaian tersebut, MHU mencatatkan capaian positif pada sejumlah indikator reputasi, antara lain Business & Commercial Reputation, People & Leadership Reputation, serta Social & Citizenship Reputation. Capaian tersebut mencerminkan persepsi positif terhadap kinerja perusahaan, kepemimpinan, dan kontribusi sosial yang dijalankan MHU. Penghargaan diterima oleh GM Mining Support and Compliance PT Multi Harapan Utama, Wiwin Suhartanto, yang hadir mewakili perusahaan. Wiwin mengatakan penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan atas komitmen MHU dalam membangun kepercayaan melalui komunikasi yang bertanggung jawab serta kinerja perusahaan yang berkelanjutan.

    “Bagi MHU, komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi membangun kepercayaan melalui konsistensi tindakan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjalankan operasional pertambangan yang bertanggung jawab, menerapkan Good Mining Practice, serta memperkuat hubungan yang konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan. Reputasi yang baik dibangun dari komitmen yang dijalankan secara nyata setiap hari,” ujarnya.

    Sebagai perusahaan pertambangan yang mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), MHU terus memperkuat keterbukaan informasi mengenai berbagai aspek operasional perusahaan, mulai dari pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, keselamatan pertambangan, hingga berbagai inisiatif keberlanjutan. Informasi tersebut disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi perusahaan serta didukung dengan hubungan yang aktif bersama media dan pemangku kepentingan. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya MHU untuk memastikan publik memperoleh informasi perusahaan yang akurat, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Fungsi Corporate Communications dan Public Relation turut berperan dalam membangun narasi perusahaan berbasis fakta serta menjembatani komunikasi antara perusahaan dan para pemangku kepentingan. Melalui pendekatan yang proaktif dan kolaboratif, MHU terus memperkuat hubungan dengan media, pemerintah, akademisi, masyarakat, dan mitra usaha. Pada kesempatan yang sama, Wiwin Suhartanto juga menerima Popular PR Person Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi kepada figur yang dinilai berkontribusi dalam memperkuat reputasi organisasi melalui kepemimpinan, kolaborasi lintas pemangku kepentingan, serta dukungan terhadap implementasi komunikasi perusahaan yang efektif. Pencapaian tersebut menegaskan bahwa reputasi perusahaan dibangun melalui sinergi antara kepemimpinan, budaya perusahaan, kinerja operasional, serta komunikasi yang dijalankan secara konsisten. Bagi MHU, reputasi bukan sekadar memperoleh pengakuan, tetapi menjaga kepercayaan publik melalui praktik pertambangan yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari MMSGI, PT Multi Harapan Utama akan terus memperkuat komunikasi yang adaptif dan berbasis nilai, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan nasional.

  • Peringati Hari Lingkungan Hidup, MHU Dorong Generasi Muda dalam Mitigasi Perubahan Iklim

    Peringati Hari Lingkungan Hidup, MHU Dorong Generasi Muda dalam Mitigasi Perubahan Iklim

    Samarinda — Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) bersama PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan MMS Group Indonesia (MMSGI), menggelar Seminar Hari Lingkungan Hidup 2026 bertema “Implementasi dan Partisipasi dalam Mitigasi Perubahan Iklim: Mitigasi Hari Ini, Harapan Masa Depan” di Aula Gedung E UMKT, Samarinda, Kamis (18/6).

    Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri untuk memperkuat pemahaman sekaligus mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks. Seminar dihadiri oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara sekaligus Kepala Inspektur Tambang Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, jajaran pimpinan UMKT, perwakilan PT MHU, serta ratusan mahasiswa Program Studi Kesehatan Lingkungan dan Fakultas Kesehatan Masyarakat UMKT. Dalam sambutannya, Kepala Teknik Tambang PT Multi Harapan Utama, Aris Subagyo, menegaskan bahwa upaya menjaga keberlanjutan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

    “Perubahan iklim merupakan tantangan global yang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Melalui seminar ini, kami berharap dapat mendorong lahirnya kesadaran dan partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga lingkungan serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

    Sementara itu, Wakil Rektor III UMKT, Ghozali, menyampaikan bahwa hubungan kemitraan antara UMKT dan PT MHU telah terjalin dalam berbagai program selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan dunia industri memiliki peran penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

    “Kami berharap kerja sama yang telah terbangun dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat,” katanya.

    Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Ahmad Syauqi, menegaskan bahwa sektor pertambangan memiliki kontribusi strategis terhadap perekonomian nasional. Namun demikian, kontribusi tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan upaya mitigasi perubahan iklim yang terukur.

    Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai institusi, antara lain Didi Wiranata dari Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM, Farid M dari Direktorat Pengelolaan Limbah B3 dan Non-B3 Kementerian Lingkungan Hidup, Rony Bidang dan Aris Pratama dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur, serta Vita Pramaningsih dari Program Studi Kesehatan Lingkungan UMKT. Berbagai isu strategis dibahas dalam seminar tersebut, mulai dari pengelolaan lingkungan hidup, pengurangan emisi, pengelolaan limbah, hingga peran dunia pendidikan dan industri dalam mendukung target penurunan emisi nasional. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, PT MHU juga menyerahkan penghargaan MHU Environment Audit (MEA) kepada sejumlah pihak yang dinilai memiliki komitmen dan kontribusi dalam penerapan pengelolaan lingkungan yang baik.

    Bagi MHU, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong praktik pertambangan yang bertanggung jawab melalui penguatan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Sejalan dengan strategi keberlanjutan perusahaan, MHU terus mengembangkan berbagai inisiatif pengurangan emisi, reklamasi lahan, konservasi keanekaragaman hayati, serta program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

    Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha, seminar ini diharapkan mampu memperluas wawasan generasi muda mengenai tantangan perubahan iklim sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan solusi berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik. Sebagai perusahaan yang beroperasi di sektor energi, MHU meyakini bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan lingkungan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta generasi mendatang.

  • MHU Resmikan Kantor Desa Sungai Payang Ilir, Perkuat Infrastruktur Sosial di Wilayah Lingkar Tambang

    MHU Resmikan Kantor Desa Sungai Payang Ilir, Perkuat Infrastruktur Sosial di Wilayah Lingkar Tambang

    Kutai Kartanegara – PT Multi Harapan Utama (MHU), anak usaha MMS Resources di bawah MMS Group Indonesia (MMSGI), meresmikan Kantor Desa Sungai Payang Ilir di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Peresmian ini merupakan wujud kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, masyarakat, dan mitra kerja dalam mendukung penguatan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan desa di wilayah lingkar tambang.

    Pembangunan fasilitas ini didukung melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) MHU bersama mitra kerja perusahaan. Kantor desa yang baru diharapkan menjadi pusat pelayanan yang lebih baik sekaligus memperkuat kapasitas pemerintahan desa dalam menjalankan fungsi pembangunan di tingkat desa.

    Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur` sosial merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

    “Bagi MHU, keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Kantor desa bukan sekadar bangunan fisik, tetapi pusat pelayanan dan ruang bersama yang mendukung kemajuan desa. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung pelayanan publik serta aktivitas pembangunan di Sungai Payang Ilir,” ujar Kemal.

    Peresmian ini menandai kontribusi ketiga MHU dalam pembangunan fasilitas publik desa dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Sebelumnya, MHU juga telah merampungkan Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Jembayan Dalam dan Kantor Desa Jembayan Tengah — keduanya dibangun untuk mendukung aktivitas masyarakat dan memperkuat fungsi pelayanan pemerintahan desa.

    Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes., mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta.

    “Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan daerah. Kami mengapresiasi komitmen MHU yang terus mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran fasilitas publik seperti ini akan memberikan manfaat nyata dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Kutai Kartanegara,” ujarnya.

    Rangkaian peresmian juga diisi dengan kegiatan penanaman pohon bersama, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

    Komitmen MHU dalam pemberdayaan masyarakat sebelumnya telah mendapat pengakuan nasional. Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C yang dijalankan MHU mengantarkan perusahaan meraih Indonesia Best CSR Awards 2026, program yang telah membantu ratusan warga memperoleh akses pendidikan sekaligus membuka peluang lebih luas untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

    Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, MHU akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan demi menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi wilayah sekitar operasional perusahaan.

  • Buka Akses Pendidikan dan Peluang Kerja, Program Pendidikan MHU Raih Indonesia Best CSR Awards 2026

    Buka Akses Pendidikan dan Peluang Kerja, Program Pendidikan MHU Raih Indonesia Best CSR Awards 2026

    Jakarta — PT Multi Harapan Utama (MHU), bagian dari MMS Resources, subholding MMSGI, meraih penghargaan Indonesia Best CSR Awards 2026 yang diselenggarakan oleh The Iconomics atas Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C yang dijalankan di wilayah lingkar tambang Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

    Sejak dijalankan pada 2019, program tersebut telah membantu 869 warga memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan, dengan 212 lulusan berhasil mendapatkan pekerjaan di berbagai perusahaan dan sektor usaha. Atas dampak tersebut, MHU dinilai berhasil menghadirkan manfaat sosial yang nyata melalui peningkatan akses pendidikan sekaligus pembukaan peluang ekonomi bagi masyarakat.

    Penghargaan tersebut diberikan dalam acara yang berlangsung di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial Republik Indonesia, Jakarta, pada Kamis (21/5), dengan tema “Transformasi CSR: Adaptasi Korporasi di Tengah Arah Baru Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.”

    Program ini berawal dari hasil pemetaan sosial MHU yang menunjukkan masih tingginya angka putus sekolah di wilayah Ring 1 operasional perusahaan. Dari sekitar 52 ribu penduduk yang tersebar di 10 desa, sekitar 34 persen warga tercatat belum menyelesaikan pendidikan formal. Untuk menjawab tantangan tersebut, MHU bersama PKBM Puteri Karang Melenu, Kecamatan Loa Kulu, menghadirkan program pendidikan kesetaraan sebagai bagian dari upaya pengembangan masyarakat jangka panjang.

    Selain menyediakan pendidikan Paket A, B, dan C, program ini juga didukung penyediaan fasilitas belajar, renovasi pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), pengadaan komputer, serta pelatihan keterampilan kerja seperti operator alat berat dan tata boga. Pada 2024, total anggaran program mencapai Rp516 juta yang berasal dari dukungan CSR PT MHU, bantuan Dinas Pendidikan, dan kontribusi warga belajar.

    Hingga saat ini, sebanyak 212 lulusan program telah memperoleh pekerjaan di berbagai perusahaan dan sektor usaha, di antaranya PT Madani, PT AMM, PT Niaga Mas, sektor jasa keamanan, hingga wirausaha mandiri. Sebagian lulusan lainnya juga melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Capaian tersebut menunjukkan bahwa program pendidikan tidak hanya menghasilkan ijazah, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Dampak program pendidikan MHU juga tercermin melalui kisah Yeni Yuniarni, mahasiswi Program Studi Agroteknologi Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) asal Desa Loa Ulung yang berhasil melanjutkan pendidikan tinggi melalui dukungan beasiswa MHU. Berkat program tersebut, Yeni tidak hanya dapat melanjutkan kuliah, tetapi juga memperoleh kesempatan mengikuti program pertukaran pelajar ke Korea Selatan.

    “Dulu saya sempat berpikir tidak akan bisa kuliah karena kondisi keluarga. Tapi beasiswa ini mengubah banyak hal dalam hidup saya. Saya tidak hanya bisa melanjutkan pendidikan, tetapi juga mendapatkan kesempatan belajar hingga ke Korea. Kalau saya tidak kuliah, mungkin saya tidak akan pernah sampai di titik ini,” ujar Yeni.

    Presiden Direktur PT Multi Harapan Utama, Kemal Djamil Siregar, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.

    “Bagi MHU, keberhasilan operasional harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program pendidikan kesetaraan dan beasiswa ini kami jalankan bukan sekadar bantuan sosial, tetapi investasi jangka panjang untuk membuka akses, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional kami. Kami percaya pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk membuka peluang yang lebih luas dan menciptakan masyarakat yang lebih mandiri serta berdaya saing,” ujar Kemal.

    Selain memperoleh apresiasi nasional, program ini juga menunjukkan dampak sosial yang terukur. Program ini mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 3,59, yang berarti setiap Rp1 yang diinvestasikan mampu menghasilkan manfaat sosial senilai Rp3,59 bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga memperoleh Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 3,72 dari skala 4 atau setara 93,06, dengan kategori “Sangat Baik”, yang mencerminkan tingginya kepuasan penerima manfaat terhadap pelaksanaan dan dampak program.

    Keberhasilan program turut memperkuat hubungan sosial perusahaan dengan masyarakat sekitar serta mendukung pencapaian SDGs Desa, khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, dan kemitraan pembangunan.

    Ke depan, MHU akan terus memperkuat program pendidikan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, perluasan pelatihan keterampilan, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas akses pendidikan dan meningkatkan daya saing masyarakat lokal secara berkelanjutan.

  • MMS Resources Dorong Kolaborasi Industri Energi yang Lebih Terintegrasi di ICEE 2026

    MMS Resources Dorong Kolaborasi Industri Energi yang Lebih Terintegrasi di ICEE 2026

    Jakarta — Penguatan hubungan strategis Indonesia dan China di sektor energi dan pertambangan menjadi sorotan utama dalam gelaran Indonesia Coal and Energy Expo (ICEE) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo, Senin (11/5). Mengusung tema “Cooperation for New Development in Energy”, forum ini mempertemukan pelaku industri, asosiasi, pemerintah, hingga penyedia teknologi dari kedua negara untuk membahas arah baru industri energi yang semakin hijau, efisien, dan terintegrasi.

    Bagi MMS Resources, subholding pertambangan dari MMSGI berpartisipasi dalam ICEE 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring global sekaligus membaca arah transformasi industri energi regional. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang integrated mining management dan pengelolaan rantai pasok pertambangan, MMS Resources melihat kolaborasi lintas negara sebagai elemen penting dalam menjaga keberlanjutan industri energi nasional di tengah dinamika global.

    Head of Marketing MMS Resources, Muhamad Saly Putra, mengatakan bahwa kondisi pasar global saat ini justru memperlihatkan pentingnya hubungan jangka panjang, komunikasi yang terbuka, serta kepastian pasokan energi antara Indonesia dan China.

    “Forum seperti ICEE menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan China saat ini tidak lagi sebatas hubungan perdagangan biasa, tetapi sudah berkembang menjadi kemitraan strategis dalam rantai pasok energi regional. Kami melihat adanya kebutuhan besar terhadap continuity of supply, reliability, dan kerja sama jangka panjang dari Indonesia,” ujar Saly di sela ICEE 2026.

    Menurutnya, China masih menjadi mitra utama bagi industri batu bara Indonesia. Berdasarkan data Kpler, sekitar 42% ekspor batu bara Indonesia setiap tahunnya ditujukan ke China, dengan volume ekspor mencapai sekitar 305 juta ton pada 2025. Besarnya hubungan dagang tersebut menjadikan stabilitas dan keberlanjutan kerja sama kedua negara semakin penting, baik bagi keberlanjutan industri energi Indonesia maupun keamanan pasokan energi China.

    “Indonesia masih memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan pasar China. Karena itu, forum seperti ICEE menjadi penting untuk memperkuat mutual understanding, membuka peluang kolaborasi baru, serta membangun hubungan industri yang lebih sustainable ke depan,” lanjutnya.

    ICEE 2026 juga memperlihatkan bagaimana arah hubungan Indonesia–China mulai bergerak menuju kolaborasi industri yang lebih luas. Tidak hanya melibatkan perusahaan tambang dan trader energi, forum ini turut dihadiri asosiasi batu bara China, asosiasi logistik, perwakilan pemerintah daerah, hingga perusahaan teknologi pertambangan dan energi dari kedua negara.

    Bagi MMS Resources, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut membuka peluang strategis dalam pengembangan industri pertambangan yang lebih modern dan adaptif terhadap tantangan global.

    “Yang hadir di sini bukan hanya buyer dan seller, tetapi juga asosiasi industri, perusahaan teknologi, hingga perwakilan provinsi dari China. Ini membuka ruang diskusi yang jauh lebih strategis, mulai dari pengembangan teknologi pertambangan, efisiensi logistik, digitalisasi operasional, hingga potensi kolaborasi untuk mendukung industri energi yang lebih rendah emisi,” kata Saly.

    Dalam ICEE 2026, isu green mining, digitalisasi pertambangan, clean coal technology, integrasi energi baru, hingga transformasi industri rendah karbon menjadi fokus utama pembahasan. Lebih dari 150 perusahaan energi dan pertambangan global turut berpartisipasi, termasuk perusahaan teknologi dan alat berat terkemuka dari China.

    Melalui partisipasi di ICEE 2026, MMS Resources menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai mitra industri pertambangan yang adaptif, berorientasi jangka panjang, dan siap mendukung transformasi sektor energi Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Sejalan dengan semangat MMSGI, MMS Resources percaya bahwa kolaborasi strategis hari ini merupakan bagian penting untuk Berdayakan Masa Depan.

  • Melalui Hybrid Truck hingga EV, MHU Sukses Pangkas Emisi hingga 41 %

    Melalui Hybrid Truck hingga EV, MHU Sukses Pangkas Emisi hingga 41 %

    Jakarta PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan MMSGI, meraih penghargaan Green Achievement in Emission Reduction dan Ruby Achievement in Emission Transparency dalam ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Investortrust.id. pada Kamis (30/4) sore di Hotel Aryaduta, Jakarta. Penghargaan ini diberikan kepada korporasi yang mampu menurunkan emisi secara nyata sekaligus membangun sistem pelaporan yang transparan, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Pengakuan ini lahir dari kinerja yang terukur. Sepanjang 2024, total emisi Scope 1 dan Scope 2 MHU tercatat sebesar 275.065,53 ton CO₂e — turun 41,34% hanya dalam satu tahun, setara dengan menghilangkan jejak karbon lebih dari 130.000 kendaraan penumpang. Yang lebih signifikan, berdasarkan baseline 2021, MHU menargetkan penurunan emisi Scope 1 sebesar 8% pada 2030. Pada 2024, enam tahun lebih awal dari jadwal, target tersebut telah terlampaui dengan penurunan mencapai 40,89%. Target delapan tahun tercapai hanya dalam tiga tahun.

    Capaian ini didorong oleh tiga inisiatif utama yang berjalan secara simultan. Pertama, program HYDRUM — transformasi armada dump truck dari diesel ke teknologi hibrida — berhasil menekan fuel ratio dari 68 liter per jam menjadi 36,70 liter per jam, mencatatkan efisiensi 46%, melampaui target awal 30%. Dalam lima bulan pertama, program ini menghemat 1,22 juta liter bahan bakar dan efisiensi biaya sebesar Rp19,9 miliar. Kedua, efisiensi energi operasional secara menyeluruh — termasuk sistem pemantauan idle time berbasis data (ITIMER) — berhasil mereduksi emisi sebesar 82.334 ton CO₂e langsung dari lini produksi. Ketiga, reklamasi lahan pasca-tambang menyerap karbon sebesar 273.419 ton CO₂e — melampaui total pengurangan emisi operasional dan menjadi kontribusi terbesar dalam portofolio dekarbonisasi MHU. Secara keseluruhan, kombinasi ketiga pendekatan ini menghasilkan total kontribusi pengurangan emisi dan penyerapan karbon sebesar 355.753 ton CO₂e pada 2024 — menegaskan bahwa operasi tambang dan mitigasi perubahan iklim yang terukur dapat berjalan beriringan.

    Ke depan, MHU memperkuat arah transisi energi jangka panjang melalui uji coba dump truck listrik SANY 445 EV di area operasional Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Dengan kapasitas motor hingga 460 kW dan baterai 400 kWh, unit ini diproyeksikan mampu menekan biaya operasional hingga 40% dibandingkan unit diesel konvensional.

    Selain penurunan emisi, MHU juga dinilai unggul dalam transparansi pelaporan. Perusahaan mengadopsi standar internasional ISO 14064-1, mengacu pada IPCC Guidelines, serta secara rutin melaporkan emisi melalui program PROPER KLHK. Sistem monitoring berbasis data yang dikembangkan memastikan seluruh data emisi dapat diverifikasi dan dipertanggungjawabkan secara independen — sebuah praktik yang masih terbatas di industri pertambangan nasional.

    Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menyatakan bahwa penghargaan ini mencerminkan konsistensi transformasi berbasis data yang dijalankan perusahaan. “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa transformasi yang kami jalankan menghasilkan dampak nyata. Kami tidak hanya menargetkan penurunan emisi, tetapi juga memastikan setiap langkah terukur, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan. Ke depan, kami akan terus mempercepat adopsi teknologi rendah emisi dan memperkuat sistem berbasis data. Bagi kami, keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan, tetapi strategi bisnis jangka Panjang,” ujarnya.

    Pencapaian ini juga sejalan dengan penguatan kinerja ESG di tingkat grup. MMSGI mencatatkan skor 52/100 dalam Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2025 oleh S&P Global untuk sektor Coal & Consumable Fuels. Dalam konteks industri yang menghadapi tekanan global untuk bertransformasi, capaian MHU menegaskan bahwa dekarbonisasi tidak hanya mungkin dilakukan, tetapi juga dapat diukur, diverifikasi, dan dijadikan keunggulan kompetitif.

  • MHU Dorong Budaya Safety Leadership Lewat Bulan K3 Nasional 2026

    MHU Dorong Budaya Safety Leadership Lewat Bulan K3 Nasional 2026

    Samarinda – PT Multi Harapan Utama (MHU) memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 dengan mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Peringatan ini menjadi momentum bagi MHU untuk menegaskan komitmen perusahaan dalam menempatkan keselamatan kerja sebagai fondasi utama keberlanjutan operasional di sektor pertambangan.

    Sejalan dengan arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada pembukaan Bulan K3 Nasional Pertambangan 2026 yang menekankan keselamatan sebagai investasi strategis industri, MHU secara konsisten mengintegrasikan aspek K3 ke dalam pengambilan keputusan operasional, penerapan teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia. Pendekatan ini menempatkan keselamatan kerja sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari produktivitas dan daya saing perusahaan.

    Komitmen tersebut tercermin dalam kinerja keselamatan kerja MHU dalam dua tahun terakhir. Pada periode FY 2024 hingga FY 2025, MHU mencatat Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) sebesar nol (0) baik untuk karyawan maupun kontraktor. Capaian ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan standar keselamatan kerja yang menyeluruh, sekaligus menjadi dasar untuk terus memperkuat pengendalian risiko serta perbaikan sistem K3 secara berkelanjutan.

    Dari sisi fatalitas, MHU juga mencatat nol fatalitas pada FY 2024 dan FY 2025. Pada periode yang sama, baik karyawan maupun kontraktor kembali mencatat nol Lost Time Injury (LTI). Konsistensi ini mencerminkan komitmen MHU dalam memastikan lingkungan kerja yang aman dan andal bagi seluruh insan kerja serta mitra yang berada di area operasional.

    Kepala Teknik Tambang (KTT) MHU, Aris Subagyo, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
    “Keselamatan bukan hanya tanggung jawab karyawan MHU, tetapi juga seluruh mitra kerja di area operasional. Capaian kinerja K3 ini merupakan hasil kolaborasi, disiplin, dan komitmen bersama. Melalui Bulan K3 Nasional 2026, kami ingin memperkuat kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan andal,” ujarnya.

    Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menambahkan bahwa penguatan K3 merupakan bagian integral dari tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.
    “Kami terus mendorong pendekatan K3 yang profesional dan terukur, dengan memastikan sistem, prosedur, dan kompetensi insan kerja berjalan selaras. Keselamatan adalah prasyarat utama bagi keandalan operasi dan keberlanjutan jangka panjang perusahaan,” jelasnya.

    Peringatan Bulan K3 Nasional 2026 di lingkungan MHU dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan terintegrasi yang melibatkan manajemen, karyawan, kontraktor, serta mitra kerja di area operasional. Kegiatan tersebut meliputi kampanye keselamatan kerja, penguatan budaya safety leadership, pelatihan dan simulasi K3, lomba inovasi keselamatan, serta evaluasi berkelanjutan terhadap sistem manajemen K3. Seluruh rangkaian ini dirancang untuk memperkuat pemahaman bahwa K3 bukan sekadar kewajiban kepatuhan, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan usaha.

    Melalui peringatan Bulan K3 Nasional 2026, MHU berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun ekosistem pengelolaan K3 nasional yang inklusif dan kolaboratif, sekaligus mendukung agenda sektor pertambangan untuk mewujudkan industri yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan.

  • MHU Mulai Uji Coba Truk Angkut Listrik Menuju Operasi Rendah Emisi

    MHU Mulai Uji Coba Truk Angkut Listrik Menuju Operasi Rendah Emisi

    Samarinda – PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan MMSGI, terus memperkuat implementasi praktik ESG dalam operasional tambangnya. Komitmen ini telah dijalankan secara bertahap sejak awal 2025 melalui penerapan teknologi hybrid pada armada hauling, dan kini dilanjutkan dengan uji coba Truk Angkut Listrik (EV Hauling Truck) SANY di area operasional MHU, Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (24/1).

    Uji coba truk listrik ini menjadi milestone berikutnya dalam perjalanan MHU menuju operasional yang lebih efisien energi dan beremisi lebih rendah. Inisiatif ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi kesiapan teknologi kendaraan listrik untuk mendukung kebutuhan operasional tambang secara aman dan andal.

    Uji coba dilaksanakan langsung di area site MHU untuk memperoleh gambaran objektif sesuai kondisi kerja aktual. Evaluasi difokuskan pada kinerja pengangkutan (hauling performance), ketahanan unit terhadap medan operasional, serta kesesuaian jam kerja dengan kebutuhan produksi. Seluruh proses dijalankan berbasis data dan pengalaman lapangan.

    Kepala Teknik Tambang MHU, Aris Subagyo, menjelaskan bahwa uji coba ini merupakan bagian dari pendekatan teknis yang cermat dan terukur.
    “Uji coba Truk Angkut Listrik SANY kami lakukan langsung di area tambang untuk menilai performa hauling, ketahanan unit, serta jam kerja aktual dalam kondisi operasional yang sebenarnya,” ujarnya.

    Menurut Aris, setiap penerapan teknologi baru di lingkungan tambang perlu melalui proses evaluasi menyeluruh.

    “Hasil uji coba ini akan menjadi dasar teknis dalam pengambilan keputusan ke depan, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan operasi.”

    Secara operasional, MHU memiliki prasyarat yang mendukung pengembangan elektrifikasi, termasuk akses optimal terhadap pasokan listrik PLN serta proyeksi umur tambang jangka panjang. Kondisi ini membuka peluang peningkatan efisiensi biaya sekaligus penguatan aspek keberlanjutan dalam jangka menengah hingga panjang.

    Truk listrik yang diuji coba, SANY 445 EV Dump Truck, merupakan kendaraan angkut berbasis energi baru dengan konfigurasi penggerak 8×4 serta sistem baterai charging dan swapping. Unit ini didukung motor listrik berdaya hingga 460 kW, torsi 2.900 Nm, baterai CATL berkapasitas 400 kWh, serta sistem pengisian daya 360 kW, dilengkapi fitur keselamatan dan kenyamanan untuk mendukung operasional tambang.

    Dari sisi biaya, berdasarkan asumsi umur pakai empat tahun atau sekitar 16.000 jam kerja, total biaya siklus dump truck diesel MB4845K tercatat sekitar Rp11,11 miliar atau Rp690.800 per jam. Sementara itu, EV dump truck mencatat total biaya siklus sekitar Rp6,71–7,15 miliar atau Rp423.900–439.600 per jam, menunjukkan potensi penghematan biaya operasional hingga sekitar 40% dibandingkan unit berbasis diesel.

    Uji coba truk listrik ini merupakan kelanjutan dari penerapan teknologi hybrid melalui inovasi HYDRUM (Hybrid Dumptruck for Responsible Energy Use in Mining) yang telah dijalankan MHU sejak awal 2025. Program HYDRUM dikembangkan sebagai respons atas tingginya konsumsi bahan bakar armada off-highway truck yang sebelumnya mencapai rata-rata 26,7 juta liter per tahun.

    Melalui teknologi hybrid, MHU berhasil menurunkan konsumsi bahan bakar dari 68 liter per jam menjadi 36,70 liter per jam atau sekitar 46%, melampaui target awal sebesar 30%. Selama periode Februari–Juni 2025, HYDRUM menghasilkan penghematan bahan bakar 1,22 juta liter, penghematan biaya sekitar Rp19,9 miliar, serta penurunan emisi sebesar 3.067,9 ton CO₂e.

    Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menegaskan bahwa uji coba Truk Angkut Listrik SANY mencerminkan kesinambungan strategi ESG perusahaan.

    “Penerapan teknologi hybrid melalui HYDRUM menjadi fondasi awal dalam transformasi operasional kami. Uji coba Truk Angkut Listrik ini merupakan milestone lanjutan untuk mengevaluasi kesiapan teknologi EV sebagai bagian dari transisi energi yang dilakukan secara bertahap dan terukur,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa seluruh inisiatif tersebut dijalankan dengan tetap menjaga keselamatan kerja, keandalan operasi, dan kesinambungan produksi.

    Komitmen MHU dalam mengintegrasikan aspek ESG juga tercermin dalam pengakuan eksternal. Pada Corporate Sustainability Assessment (CSA) Score 2025 oleh S&P Global, MMSGI sebagai induk usaha MHU mencatat skor 52 dari 100 untuk kategori Coal & Consumable Fuels, mencerminkan perkembangan praktik keberlanjutan dan tata kelola di seluruh entitas grup.

    Melalui uji coba ini, MHU menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendekatan teknologi yang mendukung efisiensi energi dan pengurangan emisi secara realistis. Hasil evaluasi akan menjadi referensi penting dalam pengembangan strategi operasional MHU ke depan, sejalan dengan komitmen MMSGI terhadap praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab.